Rencana Rizieq Minta Suaka, Kemenlu: Tidak Sembarang Orang Dapatkan Suaka Politik

jubir-kemenlu
Arrmanatha Nasir, setiap negara ada langkah atau aturan sendiri dalam proses untuk suatu warga negara lain meminta negara-negara lain baik dalam bentuk suaka politik, suaka ekonomi, suaka sosial dll.

JAKARTA, harianpijar.com – Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) meminta semua Warga Negara Indonesia (WNI) diminta mematuhi aturan mengenai izin masuk dan tinggal di suatu negara.

Hal tersebut disampaikan Juru bicara Kementerian Luar Negeri (Kemenlu), Arrmanatha Nasir saat ditanya mengenai keberadaan pimpinan Front Pembela Islam (FPI), Rizieq Shihab di Arab Saudi.

Menurut Arrmanatha Nasir, dirinya menanggapi rencana pimpinan Front Pembela Islam (FPI) yang belakangan ingin mengajukan suaka politik kepada Kerajaan Arab Saudi. Namun, menurutnya tidak sembarangan orang mendapatkan suaka dari satu negara.

“Di setiap negara ada langkah atau aturan sendiri dalam proses untuk suatu warga negara lain meminta negara-negara lain baik dalam bentuk suaka politik, suaka ekonomi, suaka sosial dll,” kata Arrmanatha Nasir saat ditemui di Kemenlu, Jakarta, Jumat 9 Juni 2017.

Baca juga:   Muhammadiyah Soal Habib Rizieq Tempuh Jalur Hukum Terkait 6 Laskar Tewas: Langkah Elegan

Lebih lanjut, ditegaskan Arrmanatha Nasir, dirinya tidak mengetahui persis mengenai aturan pemberian suaka dari negara Arab Saudi. Namun, seseorang mendapatkan suaka melalui proses administrasi yang ketat dan lama.

“Saya tak mengetahui detail aturan di Arab. Itu proses panjang. Biasanya proses panjang dan ketat sehingga saya tak bisa berkomentar bagaimana proses karena itu merupakan aturan yang berlaku,” tegas Arrmanatha Nasir.

Sementara, dikatakan Arrmanatha Nasir, untuk penegakan hukum kepada tersangka kasus dugaan pornografi di situs ‘baladacintarizieq’ itu, dirinya menyerahkan kepada aparat kepolisian.

Baca juga:   Terkait Posting Soal Rizieq Shihab, FPI Sumbar Bantah Intimidasi Dokter FL

“Tentunya pihak kepolisian terus mengambil langkah-langkah. Yang terakhir saya dengar sedang memproses dengan interpol untuk melakukan red notice, jadi sebaiknya isu ini ditanyakan ke kepolisian,” kata Arrmanatha Nasir.

Seperti diberitakan, pimpinan Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab pergi ke Arab Saudi pada bulan April 2016. Dirinya beralasan menunaikan ibadah umrah. Namun, seiring proses hukum, dirinya enggan pulang ke tanah air memenuhi panggilan pemeriksaan polisi.

Sedangkan, berdasarkan informasi yang diterima dari penasihat hukumnya, Rizieq Shihab menyatakan berencana mengajukan permohonan suaka politik kepada Kerajaan Arab Saudi apabila visa sudah habis.

PILIHAN SPONSOR

BACA JUGA
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
Lihat semua komentar