Sekjen DPR Disomasi, Diminta Tak Cairkan Anggaran Pansus Angket KPK

boyamin
Boyamin Saiman, atas itu saya hari ini somasi Sekjen DPR yang intinya meminta untuk tidak melakukan pembayaran Rp 1 pun untuk kegiatan pansus hak angket KPK oleh DPR.

JAKARTA, harianpijar.com – Koordinator Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI) Boyamin Saiman mengirimkan somasi kepada Sekretariat Jenderal (Sekjen) DPR RI agar anggaran Panitia Khusus (Pansus) Hak Angket Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), tidak dicairkan. Lain itu, somasi disampaikan melalui bagian penerima surat Kesekjenan DPR.

Sementara, dalam rapat perdana pansus hak angket KPK, Kamis 8 Juni 2017 kemarin salah satunya membahas soal anggaran pansus yang mencapai Rp 3,1 miliar.

“Atas itu saya hari ini somasi Sekjen DPR yang intinya meminta untuk tidak melakukan pembayaran Rp 1 pun untuk kegiatan pansus hak angket KPK oleh DPR,” kata Boyamin Saiman di Senayan, Jakarta, Jumat 9 Juni 2017.

Baca juga:   Miryam S Haryani Ditangkap Polisi Subuh Dini Hari Tadi

Menurut Boyamin Saiman, Pansus Hak Angket KPK sudah cacat sejak awal karena pengesahan pengajuannya diambil tidak melalui mekanisme voting, melainkan aklamasi. Selain itu, tidak semua fraksi mengirimkan anggota.

“Karena ini tidak sah, ilegal, maka kegiatannya tidak boleh dibiayai,” kata Boyamin Saiman.

Sedangkan, Sekjen DPR sebagai pejabat pembuat komitmen dianggap sebagai pihak yang bertanggung jawab terkait pencairan anggaran.

“Saya ingatkan daripada dia (Sekjen DPR-red) kena pergantian kekuasaan daripada diudak-udak, kasihan kan,” kata Boyamin Saiman.

Baca juga:   Fahri Hamzah Minta Kinerja DPR Jangan Diukur dari Kuantitas UU

Sementara, anggaran untuk Panitia Khusus (Pansus) Hak Angket Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) diperkirakan mencapai Rp 3,1 miliar.

“Kami juga bicarakan masalah anggaran. Anggarannya mencapai Rp 3,1 miliar,” kata Agun di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis 8 Juni 2017.

Selain itu, Agun menambahkan, biaya tersebut termasuk kegiatan konsinyering untuk kunjungan ke luar kota serta mengundang pakar dan ahli terkait.

“(Yang paling besar) yang kami tahu untuk keperluan konsumsi rapat-rapat,” kata Agun.

PILIHAN SPONSOR

BACA JUGA
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
Lihat semua komentar