akbp-hendy-f-kurniawan-1
AKBP Hendy F Kurniawan, korban, saudara dan ibunya pagi ini kita serahkan ke Kementerian Sosial untuk dibantu tempat tinggal sementara dan terkait sekolah mereka.

JAKARTA, harianpijar.com – Kepolisian Daerah (Polda) Metro Jaya menyerahkan korban persekusi PMA (15) dan keluarga ke Kementerian Sosial (Kemensos), Minggu 4 Juni 2017. Lain itu, tujuannya supaya PMA dan keluarga dicarikan tempat tinggal aman sementara (save house) dan sekolah baru.

‎Menurut Kepala Sub Direktorat Kejahatan dan Kekerasan Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya AKBP Hendy F Kurniawan, pencarian tempat aman sementara dilakukan untuk mengembalikan psikologi PMA. Sedangkan sekolah baru diperlukan supaya PMA bisa ikut ujian akhir semester.

‎”Korban, saudara dan ibunya pagi ini kita serahkan ke Kementerian Sosial untuk dibantu tempat tinggal sementara dan terkait sekolah mereka, karena Senin anak-anaknya ujian,” kata AKBP Hendy F Kurniawan, Minggu, 4 Juni 2017.

Baca juga:   Rabu, Polda Metro Jaya Akan Periksa Sri Bintang Pamungkas Soal 'Penjatuhan Jokowi'

Sementara diketahui, beredar video tindakan persekusi yang dilakukan sejumlah massa kepada PMA yang menjadi viral di media sosial. Lain itu, persekusi ini dilakukan karena PMA dituduh menghina ulama yang diunggah dalam akun Facebook pribadinya.

Pada video, PMA tidak hanya dikerumuni sejumlah orang dewasa dan disuruh meminta maaf. PMA juga mendapat lontaran kata-kata intimidasi serta kekerasan fisik berupa pukulan.

Atas kejadian ini, dua orang ditetapkan sebagai tersangka yakni Abdul Majid (22) yang berperan memukul korban dengan tangan kiri dan mengenai pipi sebelah kanan tiga kali. Kemudian, Mathusin (57) yang berperan memukul dengan menggunakan tangan kanan sebanyak satu kali dan mengenai kepala bagian kanan korban.‎

Baca juga:   Ninoy Karundeng Minta DKM Masjid Al-Falah Klarifikasi Pernyataan

Dari tangan tersangka, polisi menyita barang bukti berupa 1 lembar fotokopi kartu keluarga, 2 jaket, 1 topi, dan 1 kartu anggota ormas FPI. Sedangkan, kedua pelaku dijerat pasal berlapis yakni Pasal 80 Ayat 1 jo Pasal 76c UU Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak juncto Pasal 170 KUHP.

BERITA PILIHAN

BACA JUGA
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
Lihat semua komentar