Natalius-Pigai
Komisioner Komnas HAM Natalius Pigai, Komnas HAM menyatakan bahwa persekusi itu tidak boleh dilakukan dan persekusi itu adalah tindakan yang tidak dibenarkan.

JAKARTA, harianpijar.com – Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) menyatakan kasus intimidasi dan persekusi atau perburuan oleh sekelompok orang terhadap PMA (15) di Cipinang, Jakarta Timur, tegas tidak boleh dilakukan, karena persekusi bersifat terlarang.

“Komnas HAM menyatakan bahwa itu tidak boleh dilakukan. Persekusi itu adalah tindakan yang tidak dibenarkan,” kata Komisioner Komnas HAM Natalius Pigai di gedung Komnas HAM, Jakarta, Jumat 2 Juni 2017 kemarin.

Ditegaskan Natalius Pigai, Komnas HAM masih akan menunggu aduan terkait dengan kasus persekusi ini. Setelah mendapat aduan, Komnas HAM bisa bertindak dengan memberi rekomendasi kepada polisi agar kasus ini diusut tuntas.

“Ya kita kan basisnya pengaduan, kalau belum ada pengaduan, susah juga untuk bertindak. Kita paling bisa menyampaikan melalui media saja,” tegas Natalius Pigai.

Baca juga:   FPI: Rizieq Shihab Sudah Rindu Pulang ke Indonesia

Karena itu, menurut Natalius Pigai, sejauh ini belum ada aduan kasus persekusi remaja PMA, jika aduan sudah masuk, Komnas HAM akan memprosesnya.

“Ya, mudah-mudahan ada pengaduan. Kalau ada pengaduan, kita proses, kami beri semua. Mau FPI atau yang bukan FPI atau siapa pun namanya, tindakan pelanggaran kita proses,” kata Natalius Pigai.

Seperti diberitakan, PMA menjadi korban persekusi oleh sekelompok orang. Lain itu, polisi telah menahan dua orang terkait dengan kasus itu karena diduga sebagai pelaku. Sementara, polisi juga menyebut dua orang yang ditahan itu adalah anggota Front Pembela Islam (FPI).

“Dua orang baru ditahan, dari FPI satu dan masyarakat sekitar,” kata Kasubdit Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya AKBP Hendy F Kurniawan.

Baca juga:   Wakapolri: Satu Orang Meninggal Akibat Ledakan, Diduga Pelaku

Sedangkan saat ini, PMA dan keluarga dievakuasi dari kediamannya, Kamis 1 Juni 2017 sore. Selain itu, polisi juga mengatakan ada pemukulan terhadap PMA berdasarkan video yang beredar.

Sementara, Jubir Front Pembela Islam (FPI) Slamet Maarif dalam kesempatan sebelumnya membantah FPI melakukan persekusi. Menurutnya FPI hadir di rumah PMA justru untuk mencegah agar tidak ada masyarakat yang main hakim sendiri terhadap bocah yang mengunggah status yang dinilai menghina Rizieq Shihab tersebut.

“Itu anak menghina ulama, terutama Habib Rizieq, lewat posting-an dan menantang umat Islam. Masyarakat tidak terima, cari tuh anak untuk dinasihati dan janji untuk tidak mengulangi, anak FPI hadir untuk memastikan tidak ada main hakim sendiri,” kata Slamet Maarif melalui pesan singkat.

BERITA PILIHAN

BACA JUGA
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
Lihat semua komentar