Sri Bintang Pamungkas: Diduga Firza Husein Dimasukan di Lingkaran Rizieq Shihab Untuk Jebak Mereka

Sri-Bintang-Pamungkas
Sri Bintang Pamungkas. (foto: google images)

JAKARTA, harianpijar.com – Sri Bintang Pamungkas mantan pemimpin Partai Uni Demokrasi Indonesia (PUDI), menilai keputusan Polda Metro Jaya menjadikan pimpinan Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab sebagai tersangka kasus pornografi, terlalu mengada-ada.

“Untuk apa dia pulang hanya karena mau menghadapi tuduhan yang ecek-ecek itu. Bikin dong tuduhan yang seram,” kata Sri Bintang Pamungkas di Rumah Kedaulatan, Jakarta, Kamis 1 Juni 2017 kemarin.

Menurut Sri Bintang Pamungkas, tidak cukup alasan Rizieq Shihab pulang ke Indonesia. Bahkan, dirinya meminta Rizieq Shihab untuk tidak memenuhi panggilan polisi.

“Saya sejak awal sudah bilang, tidak usah pulang. Tuduhan yang dikenakan kepada dia, itu tuduhan ecek-ecek. Apaan, ‘main perempuan’ yang belum tentu dan sudah dipastikan tidak terjadi pada dia,” kata Sri Bintang Pamungkas.

Baca juga:   Golkar Nilai Beri Bantuan Hukum ke MRS Lebih Baik daripada Buat Aksi Turun ke Jalan

Bahkan, menurut Sri Bintang Pamungkas, dirinya menduga Firza Husein itu dimasukkan ke lingkaran Rizieq Shihab dan kawan-kawan untuk menjebak mereka.

“Firza itu mungkin saja diselundupkan, bahkan Firza Husein ketika pertemuan dengan Rachmawati (Soekarnoputri) di UBK, di mana saya juga ada di situ, sudah diselundupkan itu untuk menangkap kami. Itu dugaan saya,” kata Sri Bintang Pamungkas.

Hal serupa juga disampaikan Sekretaris Jenderal Presidium Alumni 212 Hasri Harahap, dirinya mengaku sudah menerima pesan dari Rizieq Shihab untuk menjadikan bulan Ramadhan sebagai Bulan Jihad.

Baca juga:   Terkait Kasus 'Baladacintarizieq', Senin Besok Polisi Minta Pendapat 4 Saksi Ahli

“Setelah Presidium Alumni¬† 212 menyurati presiden agar bulan Ramadhan ini diisi dengan ibadah, tapi tidak terjadi rekonsiliasi yang kami mohonkan itu. Jadinya, kami tetapkan bulan Ramadhan ini bulan jihad, bulan Ramdhan bulan perjuangan,” kata Hasri Harahap.

Sebagai wujudnya, massa organisasinya akan kumpul di Masjid Sunda Kelapa lalu ke Komnas HAM untuk kembali melaporkan status Rizieq Shihab sebagai tersangka, Jumat 2 Juni 2017.

PILIHAN SPONSOR

BACA JUGA
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
Lihat semua komentar