Terkait Ustaz Alfian Tanjung, Jimly Asshiddiqie: Sudah Semestinya Ustaz Harus Mikir Sebelum Ceramah

jimly-2
Ketua Umum Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) Jimly Asshiddiqie. (Foto:Google).

JAKARTA, harianpijar.com – Ketua Umum Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) Jimly Asshiddiqie memberikan tanggapan soal ditetapkannya Ustaz Alfian Tanjung sebagai tersangka dugaan kasus ujaran kebencian. Lain itu, sudah semestinya pikir-pikir dulu sebelum ceramah.

Menurut Jimly Asshiddiqie, berdakwah adalah mengajak menuju kebaikan. Karena itu, sudah semestinya seorang ustaz mikir-mikir dulu sebelum ceramah.

“Ulama atau ustaz harusnya mikir-mikir kalau ceramah. Berdakwah itu mengajak (kebaikan) bukan hanya menyampaikan, bukan hanya tabligh tapi harus mengajak. Kalau tabligh itu kan sepihak, kalau dakwah audiensnya lebih luas,” kata Jimly Asshiddiqie kepada wartawan di kantor DKPP, Jakarta, Rabu 31 Mei 2017.

Lebih lanjut, ditegaskan Jimly Asshiddiqie, dirinya khawatir bila kebebasan berbicara tidak menghormati orang lain akan menimbulkan banyak perpecahan. Lain itu, dirinya juga setuju dengan proses hukum terhadap ustaz Alfian Tanjung.

Baca juga:   Setelah Ditetapkan Jadi Tersangka, Alfian Tanjung Langsung Ditahan Polisi

“Jalan keluarnya itu hukum, satu-satunya melalui hukum. Kalau dibiarin ya itu kayak di medsos, orang menghujat semua. Karena di medsos orang menyembunyikan identitas maka berani. Ini kan nggak sehat untuk kehidupan yang beradab. Sekaligus para penceramah, kayak itu di didik juga cara bertutur bagaimana,” tegas Jimly Asshiddiqie.

Selanjutnya, Jimly Asshiddiqie juga mengimbau, pihak yang dipersalahkan atas tuduhan melakukan ujaran kebencian mengikuti proses hukum yang berlaku. Untuk itu, dirinya menekankan dengan proses hukum akan membuktikan bahwa ceramah yang dilakukan ustaz Alfian Tanjung mengandung ujaran kebencian atau tidak.

Baca juga:   Polda Metro Jaya Limpahkan Berkas Alfian Tanjung ke Kejaksaan

“Harus diatur melalui pengadilan. Toh belum tentu salah dia (Alfian Tanjung), silakan argumennya bagaimana. Sepanjang mengenai perbedaan pendapat ilmiah ada dasar hukumnya ya nggak bisa dihalangi,” ucap Jimly Asshiddiqie.

Sementara, menurut Jimly Asshiddiqie, memang harusnya diterima saja dan supaya ada keputusan, yang penting adakah di situ ujaran kebencian, ujaran fitnah. Bukan pidatonya sebagai masalah, sebagai masalah itu kalimat bernada menuduh, fitnah itu yang harus dibuktikan.

“Jadi jangan disebut kontrol terhadap ceramahnya tapi kalimatnya. Semua orang nggak boleh menghina orang lain, kalau ada yang terhina ya berhak mengadu,” tandas Jimly Asshiddiqie.

SUMBERdetik

TINGGALKAN KOMENTAR

Masukkan komentar Anda!
Masukkan nama Anda disini