PDIP: Untuk Cabut Banding Hak Ahok Secara Pribadi

Trimedya-Panjaitan
Wakil Ketua Komisi III DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan Trimedya Panjaitan. (foto: google images)

JAKARTA, harianpijar.com – Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) tidak bisa berbuat apa-apa setelah Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) secara resmi mencabut memori banding di Pengadilan Negeri Jakarta Utara atas vonis perkara penodaan agama yang dijatuhkan kepadanya.

Menurut Wakil Ketua Komisi III DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan Trimedya Panjaitan, hal itu sudah menjadi keputusan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) secara pribadi.

“Karena pada saat Rakernas sendiri, kita sudah ada pertemuan semacam rapat dengan tim hukum dari DPP PDIP kita belum mendengar itu (cabut memori banding), pak Sira Prayuna dan pak Wayan tidak ada dan kawan-kawan lain dari PDIP yang menjadi kuasa hukum dari Ahok. Tidak ada cerita itu,” kata Trimedya Panjaitan di DPR, Senayan, Jakarta, Rabu 24 Mei 2017.

Baca juga:   Ahok: Program KJP Plus Dapat Rusak Mental Anak

Lebih lanjut, ditegaskan Trimedya Panjaitan, baru mendengar informasi tersebut pada hari Senin siang setela Veronica Tan istri Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) membacakan surat dari Ahok.

“Saya tanyakan ke pak Wayan, bahwa ini memang atas permintaan bapak Ahok. Saya nggak bisa apa-apa, itu hak beliau,” tegas Trimedya Panjaitan.

Baca juga:   PDIP: Rekonsiliasi Yes Harus Diteruskan, untuk Masuk Kabinet yang Lain Masih Banyak

Selain itu, dijelaskan Trimedya Panjaitan, dirinya yakin Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) sudah menghitung segala keputusannya. Entah karena ada kekhawatiran akan terjadi penambahan masa hukuman jika naik banding, atau ada pertimbangan-pertimbangan lainnya dari Basuki Tjahaja Purnama (Ahok).

“Kalau saya sih melihat dari perspektif hukumnya. Kalau bandingkan bisa naik, turun, atau tetap. Jadi yang saya lihat itu kalkulasi yang dilakukan pak Ahok bukan dengan soal situasi politik,” jelas Trimedya Panjaitan.

PILIHAN SPONSOR

BACA JUGA
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
Lihat semua komentar