Polda Metro Jaya: Ormas dan Kelompok Tertentu Dilarang Lakukan “Sweeping” Saat Ramadhan

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Argo Yuwono, ormas dilarang sweeping, kepolisian akan memonitor kegiatan yang akan mengganggu bulan Ramadhan, dengan patroli dan sambang

JAKARTA, harianpijar.com – Kepolisian Daerah (Polda) Metro Jaya melarang ormas atau kelompok-kelompok tertentu melakukan aksi sweeping saat bulan Ramadhan. Pasalnya, aksi sweeping yang kerap dilakukan ormas ke tempat-tempat hiburan menimbulkan keresahan.

Menurut Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Argo Yuwono, pelarangan aksi sweeping yang dilakukan oleh ormas ke tempat-tempat hiburan menimbulkan keresahan. Lain itu, polisi terus akan memonitor kegiatan yang menggangu bulan Ramadhan.

“Ormas dilarang sweeping, kepolisian akan memonitor kegiatan yang akan mengganggu bulan Ramadhan, dengan patroli dan sambang,” kata Kombes Pol Argo Yuwono, saat dihubungi, Minggu 21 Mei 2017.

Selanjutnya, ditegaskan Kombes Pol Argo Yuwono, dirinya minta kepada warga agar melapor ke kepolisian jika ada ormas yang melakukan sweeping. Karena, jika ada tempat yang melanggar aturan, maka menjadi tugas kepolisian untuk menindaknya.

Baca juga:   Terkait Dugaan Kasus Makar Firza Husein, Polda Metro Jaya Panggil Tommy Soeharto Pekan Depan

Lain itu, menurutnya jika ada ormas yang berbuat sewenang-wenang akan ditindak polisi. “Kami tindak tegas kalau ada perbuatan yang melawan hukum,” tegas Kombes Pol Argo Yuwono.

Sementara, sejak beberapa pekan terakhir, satuan kepolisian yang tergabung di bawah Polda Metro Jaya sudah menggelar Operasi Pekat (Penyakit Masyarakat) merazia warung miras yang tidak memiliki izin. Lain itu, ribuan botol miras berbagai jenis disita di Tangerang, Bekasi, dan berbagai daerah di Jakarta.

Sebelumnya, Pemprov DKI Jakarta telah mengeluarkan surat edaran yang melarang klub malam dan panti pijat untuk tutup sehari sebelum bulan Ramadhan, selama bulan Ramadhan, dan pada hari raya Idul Fitri, dan satu hari setelah hari raya Idul Fitri.

Baca juga:   Polisi Masih Memburu Pemasang Bendera ISIS di Polsek Kebayoran Lama

Sedangkan, klub malam yang menyatu dengan kawasan komersial dan area hotel minimal bintang empat dan tidak berdekatan dengan permukiman warga, rumah ibadah, sekolah, dan rumah sakit mendapat pengecualian atau diperbolehkan untuk buka.

Tempat hiburan karaoke dan live musik hanya boleh menyelenggarakan kegiatan mulai pukul 20.30 sampai 01.30 WIB setiap harinya selama Ramadan. Kemudian, usaha bola sodok (biliar) mandiri atau tidak satu ruangan dengan usaha pariwisata yang telah disebutkan di atas diperbolehkan buka pada pukul 10.00-24.00 WIB.

Lain itu, usaha bola sodok (biliar) yang berada satu ruangan dengan usaha karaoke dan live musik harus mengikuti waktu buka kedua usaha tersebut, yakni pukul 20.30-01.30 WIB.

SUMBERKompas

TINGGALKAN KOMENTAR

Masukkan komentar Anda!
Masukkan nama Anda disini