Mendagri Tjahjo Kumolo Kecam Penyebaran Hoax Kerusuhan di Pontianak

Mendagri Tjahjo Kumolo, berita dan video bohong soal kerusuhan di Pontianak kemarin bisa disebut memprovokasi dan fitnah.

JAKARTA, harianpijar.com – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo mengecam penyebaran informasi palsu atau hoax soal kerusuhan di Pontianak, Kalimantan Barat. Lain itu, dirinya juga menyebut harus ada penyaring informasi untuk meredam berita-berita bohong seperti itu.

Menurut Tjahjo Kumolo, berita dan video bohong soal kerusuhan di Pontianak kemarin bisa disebut memprovokasi dan fitnah. Padahal, kondisi di Pontianak kemarin aman meski ada penyelenggaraan dua acara oleh dua kelompok massa berbeda dalam waktu bersamaan.

“Memang ada kegiatan bersamaan antara suku dayak yang pawai dan pendukung aksi bela agama. Tetapi mereka sudah dalam pengawalan aparat keamanan sehingga situasi kondusif. Kita harus hati-hati dengan setiap kegiatan cipta opini dan kondisi yang dilakukan,” kata Tjahjo Kumolo pada keterangan tertulisnya, Minggu 21 Mei 2017.

Baca juga:   Mendagri: Kasus Hukum Menjadi Penghambat Lelang Blanko E-KTP

Lebih lanjut, ditegaskan Tjahjo Kumolo, banyak upaya dilakukan kelompok anti Pancasila untuk menyebar berita bohong, yang bisa mengganggu stabilitas keamanan. Sementara, instabilitas disebut menjadi target utama dari kelompok penentang Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika.

Karena itu, dikatakan Tjahjo Kumolo, dirinya meminta masyarakat tidak serta merta menyebar semua informasi yang didapat melalui media sosial. Dirinya juga mengimbau warga untuk membantu Presiden Joko Widodo menggebuk kelompok anti pancasila.

“Mari membantu Kepolisian dan TNI sebagaimana perintah Pak Presiden Jokowi untuk gebuk dan bersikap tegas kepada elemen yang anti Pancasila, UUD ’45, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika,” tegas politisi PDI Perjuangan itu.

Baca juga:   Mendagri: Jangan Karena Pilkada, Hubungan Warga DKI Terpecah

Sementera, menurut Kabid Humas Polda Kalimantan Barat, Ajun Komisaris Besar Sugeng Hadi Sutrisno mengatakan, tidak ada benturan atau kekerasan sama sekali saat aksi dua kelompok massa kemarin.

Lebih lanjut, Ajun Komisaris Besar Sugeng Hadi Sutrisno, masyarakat jangan terpancing dengan provokasi informasi palsu atau hoax yang tersebar melalui dunia maya.

“Itu gambar yang lalu-lalu dimunculkan kembali, jangan sampai masyarakat terpancing dengan situasi tersebut,” kata Ajun Komisaris Besar Sugeng Hadi Sutrisno.

Sementara, dikatakan Ajun Komisaris Besar Sugeng Hadi Sutrisno, sampai saat ini TNI dan Polri masih terus menjaga keamanan dengan ketat. Dirinya juga mengakui ada pihak-pihak tertentu yang ingin memperkeruh suasana.

PILIHAN SPONSOR

BACA JUGA
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
Lihat semua komentar