Polda Metro Jaya: Kita Tunggu Visa Rizieq Shihab di Arab Saudi Habis

Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Argo Yuwono, kan visanya 28 hari, artinya jika visa habis kita sudah lakukan komunikasi dengan pihak yang bersangkutan untuk segera pulang ke Indonesia.

JAKARTA, harianpijar.com – Kepolisian Daerah (Polda) Metro Jaya terus berupaya untuk memulangkan Rizieq Shihab yang menurut informasi berada di Arab, ke Indonesia. Lain itu, upaya tersebut sementara ini harus ditangguhkan karena menunggu izin visa Rizieq Shihab yang masa berlakunya akan segera habis.

Menurut Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Argo Yuwono, izin visanya 28 hari, kita sudah lakukan komunikasi dengan pihak yang bersangkutan untuk pulang.

“Kan visanya 28 hari, artinya jika visa habis kita sudah lakukan komunikasi dengan pihak yang bersangkutan untuk segera pulang ke Indonesia,” kata Kombes Pol Argo Yuwono, saat dikonfirmasi di Gedung KPK, Jakarta, Rabu 17 Mei 2017.

Baca juga:   Abdul Basith Berencana Ledakkan Bom di Grogol-Roxy dan Gagalkan Pelantikan Presiden

Lebih lanjut, ditegaskan Kombes Pol Argo Yuwono, pihak Polda sendiri masih belum berencana membentuk tim maupun bekerja sama dengan interpol untuk menjemput Rizieq Shihab. Karena statusnya masih sebagai saksi.

“Yang bersangkutan kan masih saksi. Kita masih berharap kita juga akan komunikasikan dengan penasihat hukum untuk memulangkan yang bersangkutan ke Indonesia,” tegas Kombes Pol Argo Yuwono.

Sementara, menurut Kombes Pol Argo Yuwono, saat ini penyidik masih fokus melengkapi berkas perkara tersangka kasus dugaan pornografi di situs ‘baladacintarizieq’, Firza Husein.

Baca juga:   Bareskrim Ungkap Habib Rizieq Sempat Positif COVID-19 pada 25 November tapi Ngaku Sehat

Sedangkan tim kuasa hukum pimpinan Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab, Kapitra Ampera, kliennya tidak akan datang memenuhi panggilan polisi dalam kasus dugaan pornografi dalam situs ‘baladacintarizieq’. Dirinya menegaskan hal itu sebagai bentuk protes dari Rizieq Shihab.

“Habib Rizieq tidak akan datang, karena ini bentuk protes, karena peristiwa hukumnya tidak ada, kalaupun ada tidak ada hubungannya dengan Habib Rizieq, orang yang mendistribusikan dan memproduksinya. Itulah yang harus diperiksa,” kata Kapitra Ampera di AQL, Jaksel, Selasa 16 Mei 2017 lalu.

PILIHAN SPONSOR

BACA JUGA
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
Lihat semua komentar