Antasari Azhar: Kalau Penyidik Belum Maksimal Saya Akan Ajukan Praperadilan

Mantan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Antasari Azhar. (Foto:Google).

JAKARTA, harianpijar.com – Kepolisian Republik Indonesia (Polri) menyatakan telah menghentikan penyidikan dugaan kriminalisasi yang dilaporkan oleh mantan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Antasari Azhar, dengan alasan tidak ada alat bukti baru.

Menanggapi hal itu, mantan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Antasari Azhar belum mau berkomentar banyak, lantaran dirinya mengaku belum mendapatkan surat penghentian penyidikan dari Bareskrim Polri.

“Saya belum bisa menanggapi secara utuh. Tapi yang saya ketahui alasannya antara lain katanya bukti yang saya serahkan sudah pernah diperiksa di pengadilan dan dinyatakan bersalah. Ini mereka tidak bisa meneruskan,” kata Antasari Azhar, Jumat 19 Mei 2017 di salah satu acara televisi swasta nasional.

Baca juga:   Kasus Dihentikan, Status Tersangka 6 Laskar FPI yang Tewas Dinyatakan Gugur

Lebih lanjut, dikatakan Antasari Azhar, terkait alat bukti yang menjadi kendala polisi dalam menindaklanjuti laporan ini, dirinya mengatakan hanya ingin agar polisi mencari tahu siapa yang mengirim sms ancaman atas nama dirinya.

Menurut Antasari Azhar, ada bukti berupa detail rekaman atau CDR dari Telkomsel tentang aktivitas komunikasi yang telah dia lakukan. CDR itu jadi bukti yang dianalisa ahli bahwa memang Antasari Azhar tidak mengirim sms ancaman itu.

“Yang ingin saya laporkan ke Bareskrim adalah siapa yang membuat itu. Ahli berkesimpulan tidak ada sms dari saya, siapa yang membuat itu, itu yang harus digali lebih dalam,” kata Antasari Azhar.

Baca juga:   KPK Tetap Yakini Polri Mampu Ungkap Penyiram Novel Baswedan

Selanjut, Antasari Azhar juga mengaku, dirinya tidak akan menerima begitu saja keputusan Polri atas penghentian laporan ini. Meski pada awalnya dirinya menyatakan akan menerima jika Polri tidak meneruskan kasusnya.

“Kalau penyidik sudah maksimal secara profesional melakukan penyidikan dan tidak ditemukan pelaku sesungguhnya saya menerima. Tapi kalau belum maksimal saya tentu akan ajukan praperadilan terhadap itu,” tandas Antasari Azhar.

PILIHAN SPONSOR

BACA JUGA
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
Lihat semua komentar