Pilkada DKI Dinilai Membawa Angin Segar Untuk Kelompok Radikal

Koordinator Program Wahid Foundation Anis Hamim, dirinya khawatir tingkat intoleransi di Indonesia diduplikasi banyak pihak. Dengan begitu, intoleran semakin cepat menyebar.

JAKARTA, harianpijar.com – Polemik Pilkada DKI Jakarta dinilai membawa angin segar untuk kelompok-kelompok radikal. Lain itu, kelompok-kelompok radikal dinilai semakin percaya diri usai pilkada DKI berakhir.

“Mereka merasa menang dan percaya diri untuk melakukan tindakan radikal,” kata Koordinator Program Wahid Foundation Anis Hamim usai diskusi buku ‘Ilusi Negara Islam’ di Universitas Indonesia, Depok, Kamis, 18 Mei 2017.

Menurut Anis Hamim, dirinya khawatir tingkat intoleransi di Indonesia diduplikasi banyak pihak. Dengan begitu, intoleran semakin cepat menyebar.

Baca juga:   Imam Besar Masjid Istiqlal Tak Mengetahui Soal Aksi Tamasya Al-Maidah

Sementara, dikatakan Anis Hamim, dalam hasil survei yang dilakukan Wahid Foundation satu tahun lalu menemukan, sebanyak 7,7% atau sekitar 11,5 juta umat Islam bersedia melakukan tindak kekerasan atas nama agama. Sedangkan, 0,4% responden atau 600 ribu orang mengaku pernah terlibat dalam kekerasan yang mengatasnamakan agama.

Hal tersebut menurut Anis Hamim, salah satu tindakan radikal ialah penyisiran (sweeping), demonstrasi menentang kelompok tertentu, dan lainnya. Karena itu, dikatakan Anis angka tersebut bukan tidak mungkin meningkat bila penegakan hukum di Indonesia tidak tegas.

Baca juga:   Said: Polri Harus Lebih Tegas Hadapi Kelompok Radikal, Tidak Hanya HTI

“Angka intoleransi bisa menurun dengan penegakan hukum yang tegas. Apapun bentuk kekerasan harus dihukum tidak boleh lagi menoleransi pelanggaran hukum atas nama agama,” kata Anis Hamim.

Sementara, dijelaskan Anis Hamim, faktor yang berpengaruh langsung terhadap kecenderungan intoleransi dan radikalisme ialah pemahaman agama yang tidak utuh. Faktor lain, pemahaman agama yang bersifat literalis atau harfiah.

“Mereka mengambil mentah-mentah apa yang tertulis. Lingkungan yang radikal juga turut mempengaruhi,” tandas Anis Hamim.

PILIHAN SPONSOR

BACA JUGA
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
Lihat semua komentar