Adrianus Meliala: Jemput Rizieq Shihab Perlu Libatkan Interpol

Adrianus Meliala, apalagi jika negara dimana Rizieq Shihab berada ada kerja sama Mutual Legal Assistance (MLA) itu bisa lebih mudah.

JAKARTA, harianpijar.com – Komisioner Ombudsman Adrianus Meliala meminta polisi melibatkan Interpol untuk menjemput paksa pemimpin Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab. Lain itu, menurutnya wajar kalau polisi menjemput paksa Rizieq Shihab.

Menurut Adrianus Meliala, jika negara dimana Rizieq Shihab berada ada kerja sama Mutual Legal Assistance (MLA) itu bisa lebih mudah.

“Apalagi jika negara di mana dia berada itu ada kerja sama MLA (mutual legal assistance). Itu bisa lebih mudah,” kata Adrianus Meliala, saat dikonfirmasi, Senin 15 Mei 2017 kemarin.

Lebih lajut, dijelaskan Adrianus Meliala, hal itu sah saja dilakukan, karena Rizieq Shihab dinilai sudah tidak kooperatif. “Kalau tidak pulang (ke Indonesia saat dipanggil polisi), berarti tidak kooperatif,” jelas Adrianus Meliala.

Baca juga:   Soal Rizieq Shihab, Moeldoko: Tidak Ada Persoalan kalau Mau Pulang, Pulang Saja

Sementara, setelah dua kali mangkir dari panggilan polisi dalam kasus percakapan bernada pornografi dengan Firza Husein, penyidik mengeluarkan surat perintah membawa paksa Rizieq Shihab.

“Setelah kami mengeluarkan surat perintah membawa, penyidik akan mencari yang bersangkutan,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Argo Yuwono, kemarin.

Selain itu, Kombes Pol Argo Yuwono mengatakan, Polisi mengaku belum mengetahui keberadaan Rizieq Shihab. Namun, menurut Kepala Bantuan Hukum FPI Sugito Atmo Prawiro, Rizieq Shihab sempat berada di Kuala Lumpur, Malaysia. Kemudian dikabarkan kembali terbang ke Arab Saudi.

Baca juga:   Sidang Ahok Ke-17 Hari Ini, Rizieq Dalam Ceramahnya: Jika Demonstrasi Tidak Mempan, Siapa Tahu Ahok Disambar Geledek

Sedangkan hari ini dijadwalkan pemeriksaan terhadap Firza Husein dan ‘Kak Emma’ pada pukul 10.00 WIB di Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya.

Selain itu, kemarin, 15 Mei 2017 Sukmawati Soekarnoputri juga mendatangi Polda Jabar untuk mengecek perkembangan kasus penodaan Pancasila dan pencemaran nama baik proklamator dengan tersangka Rizieq Shihab.

Usai melakukan pertemuan tertutup dengan Kapolda Jabar Irjen Anton Charlian, Sukmawati Soekarnoputri mengatakan berkas perkaranya telah diserahkan ke Kejati Jabar. Namun, berkas masih perlu dilengkapi.

Sedangkan, hari ini, Sukmawati akan mendatangi Kejati Jabar untuk mempertanyakan kasus yang sama.

PILIHAN SPONSOR

BACA JUGA
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
Lihat semua komentar