Prasetyo Edi Marsudi, kalau ada apa-apa, saya dan ketiga orang itu yang akan menjamin. Pak Ahok itu pemimpin jujur.

JAKARTA, harianpijar.com – Veronica Tan, isteri dari Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetyo Edi Marsudi dan Ketua Umum PPP Djan Faridz, ikut mengajukan diri sebagai penjamin agar Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) tidak ditahan. Lain itu, sebelumnya Plt Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat sudah terlebih dahulu mengajukan diri sebagai penjamin terhadap Basuki Tjahaja Purnama (Ahok).

Menurut Prasetyo Edi Marsudi, selain Plt Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat yang mengajukan diri sebagai penjamin agar Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) tidak ditahan, dirinya bersama istri Ahok, Veronica Tan dan Ketua Umum PPP Djan Faridz ikut mengajukan diri untuk menjadi penjamin agar Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) tidak ditahan di rutan.

“Saya bersama Ibu Veronica Tan dan Pak Djan Faridz tadi siang mengajukan diri untuk menjadi penjamin agar Pak Basuki Tjahaja Purnama tidak ditahan di rutan. Jadi, ada empat orang yang menjamin,” kata Prasetyo Edi Marsudi, Selasa 9 Mei 2017 kemarin.

Namun, ditegaskan Prasetyo Edi Marsudi, pengajuan dirinya sebagai penjamin bukan atas nama Ketua DPRD DKI Jakarta. “Saya kapasitasnya sebagai pribadi,” kata politikus PDI Perjuangan tersebut.

Selain itu, Prasetyo Edi Marsudi juga menjelaskan, surat pengajuan penjaminan tersebut sudah diteken berasama keempat orang lainnya di Rutan Cipinang. Lain itu, saat bertemu Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), dirinya mengatakan, keputusan pengajuan penangguhan tersebut memang cepat diambil, agar surat segera diserahkan ke Pengadilan Tinggi (PT) DKI.

“Makanya tadi saya langsung ke rutan, sesegera mungkin setelah sidang, untuk mengajukan penangguhan penahanan ini. Tadi surat tersebut sudah diteken dan siap diantarkan sekitar pukul 15.30 WIB tadi. Karena beliau hanya dikasih waktu 1×24 jam ke Pengadilan Tinggi,” kata Prasetyo Edi Marsudi.

“Jadi, kalau ada apa-apa, saya dan ketiga orang itu yang akan menjamin. Pak Ahok itu pemimpin jujur,” lanjut Prasetyo Edi Marsudi yang juga sebagai Ketua DPRD DKI Jakarta itu.

Sementara itu, terkait dengan putusan Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Utara yang menyatakan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) bersalah atas kasus dugaan penodaan agama dan dihukum 2 tahun penjara, dirinya mengaku menghormati putusan tersebut.

Namun, menurut Prsetyo Edi Marsudi, hak Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) untuk mengajukan banding juga harus dihormati.

“Kita hormati dan hargai keputusan hakim tersebut. Tapi Pak Ahok juga memiliki hak untuk mengajukan banding. Jadi mari dihormati juga. Untuk itu, saya mengajukan diri menjadi penjamin sebelum putusan ini betul-betul inkrah,” tandas politisi PDI Perjuangan itu.