Sugiyanto, hakim akan membuat keputusan yang melebihi tuntutan, yakni penjara 4 tahun sesuai Pasal 156, atau bahkan 5 tahun penjara sesuai Pasal 156a KUHP.

JAKARTA, harianpijar.com – Sidang pembacaan vonis perkara dugaan penodaan agama dengan terdakwa Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) akan digelar 9 Mei 2017 besok.

Lain itu, sejumlah pihak memprediksi Gubernur DKI Jakarta itu bakal dijatuhi hukuman penjara, walaupun Jaksa Penuntut Umum (JPU) menuntutnya dengan hukuman percobaan.

“Soal tuntutan masa percobaan dua tahun tidak akan digunakan oleh hakim dalam keputusannya,” kata Ketua Koalisi Rakyat Pemerhati Jakarta Baru (KATAR) Sugiyanto, kemarin 7 Mei 2017.

Selain itu, ditegaskan Sugiyanto, dirinya memprediksi vonis yang dijatuhkan hakim akan lebih berat dari tuntutan jaksa penuntut umum (JPU).

Selanjutnya, dikatakan Sugiyanto, hakim akan membuat keputusan yang melebihi tuntutan, yakni penjara 4 tahun sesuai Pasal 156, atau bahkan 5 tahun penjara sesuai Pasal 156a KUHP.

Baca juga:   Sidang Ahok Ke-16 Hari Ini, Saksi: Saat Ahok Disebut Bersalah, Saya Merasa Kecewa

Menurutnya, ini dikarenakan ada Surat Edaran Mahkamah Agung Nomor 11 tahun 1964 tentang penghinaan terhadap agama. Surat Edaran tersebut memerintahkan agar pelaku tindak pidana penghinaan agama harus dihukum berat.

Karena itu, dijelaskan Sugiyanto, dirinya yakin, Surat Edaran tersebut akan menjadi pertimbangan hakim. “Jadi, saya yakin Ahok tak divonis bebas,” jelas Sugiyanto.

Lebih lanjut, Sugiyanto juga mengatakan, boleh saja jaksa penuntut umum (JPU) mengatakan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) tidak terbukti melakukan penistaan agama.

Tapi di lain sisi, ada Fatwa MUI yang menyebut Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) telah menistakan agama. Pendapat yang sama disampaikan oleh Muhammadiyah dan NU. “Ini semua tentu menjadi pertimbangan hakim,” kata Sugiyanto.

Baca juga:   Panitera MA: Pihaknya Tidak Perlu Teruskan Masukan Perwakilan Aksi 55 Ke Hakim Sidang Ahok

Sementara, berbagai persiapan untuk pengamanan sidang 9 Mei 2017 disiapkan Polda Metro Jaya, salah satunya dengan mengerahkan tiga ribu personel polisi.

“Hampir 3.000 (personel) kami siapkan, nanti ada lagi yang stand by berapa ribu. Kalau ada apa-apa bisa digerakan anggota (yang stand by),” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Argo Yuwono, kemarin.

Lain itu, dikatakan Kombes Pol Argo Yuwono, pihaknya berpedoman pada SOP dalam melakukan pengawalan dan pengamanan sidang tersebut.

“Nanti Polda Metro Jaya membuat rencana pengamanan untuk kegiatan sidang putusan 9 Mei 2017 besok dan kami tetap SOP yang kita lakukan seperti pengamanan sebelum-sebelumnya,” tandas Kabid Humas Polda Metro Jaya itu.

Komentar

avatar
  Subscribe  
Notify of