Yorrys Raweyai, kita rapat internal dengan pimpinan harian pada saat itu, sehingga salah satu faktor kenapa Ketua Fraksi digeser, karena gara-gara itu, karena tidak setuju dari awal.

JAKARTA, harianpijar.com – Koordinator Bidang Politik Hukum Partai Golkar Yorrys Raweyai mengatakan Kahar Muzakir dicopot dari jabatannya sebagai Ketua Fraksi karena tidak setuju dengan pengajuan hak angket dari DPR terhadap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Lain itu, Kahar Muzakir dicopot dan digantikan oleh Robert Joppy Kardinal yang merupakan Bendahara Umum Partai Golkar.

‎”Saya pikir kita bisa lihat sekarang dan di Golkar sendiri mulai dari proses awal berimbas pada pergesekan-gesekan didalam diawali partai sendiri. Mulai dari revisi UU KPK, Pencekalan dan lain-lain,” kata Yorrys Raweyai.

Baca juga:   KPK Kembalikan 2 Penyidik Madya ke Mabes Polri

‎”Kita rapat internal dengan pimpinan harian pada saat itu, sehingga salah satu faktor kenapa Ketua Fraksi digeser, karena gara-gara itu, karena tidak setuju dari awal,” lanjut Yorrys Raweyai.

‎‎Sementara, hal tersebut disampaikan Yorrys Raweyai ‎usai menjadi peserta diskusi Jaringan Masyarakat Anti Korupsi (JaMAK) bertajuk Hak Angket DPR dan Komitmen Pemberantasan Korupsi, di Hotel Puri Denpasar, Jalan Raya Denpasar, Jakarta Selatan, Minggu 7 Mei 2017.‎‎

Baca juga:   Setelah Mengarang BAP, Miryam S Haryani Tidak Bisa Tidur

‎”Tapi biarlah itu masalah internal. Tapi inikan berimplikasi pada dampak politik partai,” tandas Yorrys Raweyai.‎

Komentar

avatar
  Subscribe  
Notify of