Ketua KTNA Simalungun: Minta Pemerintah Jamin Bibit Tanaman Pangan Unggulan dan Berkualitas

wakil-bupati-simalungun-1
Wakil Bupati Simalungun berikan bimbingan dan arahan saat di pemondokan. (foto: Harian Pijar/Dedi Sihombing).

SIMALUNGUN, harianpijar.com – Untuk mendukung suksesnya program ketahanan pangan nasioal, Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Kabupaten Simalungun, meminta pemerintah tetap menjamin ketersediaan bibit tanaman pangan unggulan dan berkualitas bagi petani.

Hal itu disampaikan Ketua Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Kabupaten Simalungun Darwis Sipayung, kepada wartawan usai mengikuti pembukaan Pekan Nasional (Penas) Petani dan Nelayan ke XV di komplek Stadion Harapan Bangsa Lhong Raya, Aceh Besar, Nanggroe Aceh Darussalam (NAD), Sabtu 6 Mei 2017.

“Dalam acara temu wicara dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi), kami menyampaikan terimakasih kepada petani yang telah berhasil membantu merealisasikan swasembada jagung mendekati target yang telah ditetapkan,” kata Darwis Sipayung.

Menurut Darwis Sipayung, selama ini masih banyak petani yang kesulitan mendapatkan bibit tanaman pangan berkualitas dengan harga terjangkau. Selain itu, jika pemerintah menjamin ketersediaan bibit tanaman pangan berkualitas seperti jagung, petani diyakini akan mampu memenuhi harapan pemerintah, satu tahun ke depan tidak lagi mengimport jagung.

Lebih lanjut, ditegaskan Darwis Sipayung, KTNA pusat melalui Ketua Umum Winarno Thohir, telah merekomendasikan import tanaman pangan, seperti jagung dan beras dibatasi secara bertahap hingga kebutuhan pangan dalam negeri bisa dipenuhi.

Selain itu, Darwis Sipayung juga menyampaikan apresiasi atas ketetapan harga jagung oleh pemerintah sebesar Rp 2.700 per kilogram, yang diharapkan bisa menggairahkan petani untuk mengembangkan tanaman jagung.

Baca juga:   Wakil Bupati Simalungun: Mari Kita Tingkatkan Rasa Memiliki Budaya Simalungun

Lain itu, menurut Darwis Sipayung, dirinya juga berharap jaminan ketersediaan pupuk bersubsidi bagi petani dan ijin pemerintah daerah dalam memanfaatkan lahan tidur untuk tanaman pangan oleh kelompok tani atau masyarakat.

Selanjutnya, dikatakan Darwis Sipayung, pihaknya juga akan mengusulkan kepada Bupati Simalungun Dr JR Saragih SH, MM, untuk tidak menggabungkan penyuluh pertanian lapangan (PPL) ke satu dinas namun harus tetap bernaung di dinas atau badan tersendiri, sehingga kinerjanya bisa optimal.

“Kami akan usulkan ke Bupati, untuk tidak menggabungkan penyuluh pertanian lapangan (PPL) ke satu dinas namun harus tetap bernaung di dinas atau badan tersendiri,” kata Darwis Sipayung yang didampingi pengurus KTNA Simalungun lainnya.

Seperti diberitakan, Presiden Joko Widodo pada acara pembukaan Penas XV mengapresiasi kerja petani yang selama ini sudah bekerja keras mendukung program ketahanan pangan nasional, sehingga pencapaiannya mengalami kemajuan yang cukup pesat beberapa tahun belakangan ini.

Presiden Joko Widodo disaat membuka acara Penas. (foto: Harian Pijar/Dedi Sihombing)

Menurut Presiden Joko Widodo, pencapaian target jagung selama lima tahun sekitar 3,5 juta ton, namun saat ini sudah tercapai 2 juta ton atau sudah terealisasi lebih kurang 70 %. Hal itu merupakan kerja keras petani.

Baca juga:   Masyrakat Desa Bangun Rakyat, Inginkan Sumber Air Bersih Parbatuan Dijadikan Bumdes

“Karena itu masyarakat harus mencintai petani yang telah memberikan kehidupan bagi masyarakat Indonesia,” kata Presiden Joko Widodo.

Bahkan, dalam pertemuan dengan petani dan nelayan dari 33 provinsi, Presiden Joko Widodo juga mengajak petani untuk bekerja keras mewujudkan daulat pangan Indonesia tahun 2045.

Sementara sebelumnya, Wakil Bupati Simalungun Ir Amran Sinaga MSi, dirinya mengharapkan kepada 134 petani dan nelayan yang menjadi peserta Penas ke XV tahun 2017 dapat menyerap tekhnologi dan informasi yang disajikan pada ajang tersebut.

“Manfaatkan tekhnologi dan informasi yang ada di arena Penas 2017, sehingga bisa meningkatkan pengetahuan dan kemampuan dalam meningkatkan produksi pertanian dan perikanan di Simalungun,” kata Amran Sinaga di pemondokan Posko kontingen Kabupaten Simalungun di Desa Tingkeum Kecamatan Darul Imarah, Aceh Besar, Jum’at malam 5 Mei 2017 lalu.

Lain itu, juga dikatakan Wakil Bupati Ir Amran Sinaga MSi, dirinya meminta kepada peserta Penas untuk saling berkoordinasi dengan dengan sesama dalam melaksanakan kegiatan di Penas. Selain itu, jaga kekompakan dan kebersamaan, sehingga Penas membawa manfaat yang besar bagi daerah kita. (Dedi Sihombing)

BACA JUGA
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
Lihat semua komentar