GUBKALTARA
GUBERNUR Kalimantan Utara (Kaltara) Dr. H. Irianto Lambrie. (foto: Tabloid Visual/Syamsul Rijal)

Gubernur Kalimantan Utara (Kaltara) Dr. H. Irianto Lambrie memberikan banyak masukan dan inovasi baru saat membuka Rapat Kerja (Raker) ke-1 Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (Apeksi) Komisariat Wilayah (Komwil) V Regional Kalimantan Tahun 2017 di Gedung, Serba Guna Kantor Walikota Tarakan, Kamis belum lama ini.

Acara tersebut dihadiri Ketua Apeksi Airin Rachmi Diany (Walikota Tangerang Selatan), Ketua Komwil Apeksi Regional Kalimantan, Ibnu Sina (Walikota Banjarmasin), serta beberapa walikota lainnya di Kalimantan itu. Irianto mengatakan, situasi global seperti saat ini banyak tantangan yang harus dihadapi. “Pengaruh globalisasi sangat luas. Bahkan hingga ke daerah. Terutama kaitannya dengan kondisi fiscal keuangan negara”, terangnya.

“Ada tiga kebijakan penting pemerintah yang menguntungkan pemerintah daerah di luar Jawa. Yang pertama, Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengeluarkan kebijakan Indonesia Sentris. Tidak lagi Jawa Sentris. Artinya, pemerintah mendorong pertumbuhan ekonomi dan pembangunan di luar Jawa. Ini sangat baik untuk para kepala daerah di luar Jawa. Dengan kebijakan ini, pemerintah akan lebih memperhatikan pembangunan di luar Jawa”, ujarnya.

Baca juga:   Ahok: Selesaikan Tugas, Nggak Ada Mundur-Mundur Maju Terus Kok

Kebijakan yang kedua, adalah peningkatan daya saing. dan saat ini pemerintah melarang ekspor bahan mentah. Sehingga hasil Sumber Daya Alam (SDA) yang ada bisa dikelola di daerah, sebelum dijual atau di ekspor. Pemerintah juga mendorong permudah perijinan. Di Kaltara hal ini sudah dilakukan. Untuk memberikan izin tidak perlu harus ketemu saya. Kecuali perusahaan yang kita harus mengetahui sejauh mana track recordnya, agar jangan sampai salah memberikan izin.

Baca juga:   Gubernur DKI Djarot Saiful Hidayat Lantik Pejabat Yang Dipecat Ahok

Yang ketiga, lanjutnya, kebijakan mendorong pengembangan konektifitas nasional. Komitmen pemerintah membuka konektifitas antar daerah, menguntungkan daerah di luar Jawa, yang selama ini konektifasnya masih minim. “Jangan malu meniru yang baik. Saya kemarin baru saja menjadi pembicara dalam diskusi di kementrian dalam negeri, bersama dua bupati yang hebat. Yaitu Bupati Banyuwangi (Abdullah Azwar Anas) dan Bupati Malang (Rendra Kresna). Saya banyak belajar. Banyak inovasi yang saya kutip, yang jika cocok bisa diterapkan di daerah ini. Kita tidak usah malu belajar. Apalagi untuk Kaltara yang masih terlalu muda. Baru 4 tahun usianya, ibarat manusia masih bayi”, ujarnya.

guest
0 Comments
Inline Feedbacks
Lihat semua komentar