Kementerian Agama: Khilafah Diusung HTI, Menyimpang Dari Sudut Ideologi Kebangsaan

Sekretaris Kementerian Agama Nur Syam, kalau mereka sudah mengusung khilafah, sudah tentu politis dan kalau sudah politis ya tentu bertentangan dengan prinsip kebangsaan.

JAKARTA, harianpijar.com – Sekretaris Kementerian Agama Nur Syam mengatakan Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) bertentangan dengan NKRI dan falsafah Pancasila. Hal ini yang menjadi penyebab adanya aksi-aksi di sejumlah daerah di Indonesia dan menginginkan agar organisasi HTI dibubarkan.

“Dari sudut keagamaan HTI tidak ada kesalahan. Hanya saja, tema khilafah yang diusung menyimpang dari sudut ideologi kebangsaan dan bertentangan dengan NKRI, Pancasila, UUD dan kebhinnekaan,” kata Nur Syam, Kamis 4 Mei 2017.

Menurut Nur Syam, organisasi keagamaan boleh saja melakukan kegiatan asalkan prinsip ideologis dan teologisnya tidak bertentangan. Lain itu, ketika kedua hal tersebut bertentangan, dirinya meyakini bahwa organisasi keagamaan yang mengusung tema khilafah pasti bertentangan dengan ideologi kebangsaan.

Baca juga:   Menko Polhukam Berharap yang Pernah Gabung HTI Lakukan Kegiatan Dukung Pemerintah

“Kalau mereka sudah mengusung khilafah, sudah tentu politis dan kalau sudah politis ya tentu bertentangan dengan prinsip kebangsaan,” tegas Nur Syam.

Lebih lanjut, Nur Syam menjelaskan, organisasi keagamaan yang sudah bergeser mengarah ke unsur politis seharusnya bisa ditangani bersama, bukan hanya oleh Kementerian Agama.

Baca juga:   Said: Polri Harus Lebih Tegas Hadapi Kelompok Radikal, Tidak Hanya HTI

Karena itu, menurut Nur Syam, dari sisi keagamaan pihaknya memang mengaku bertanggung jawab. Namun di sisi kebangsaan, dirinya tidak setuju jika penyelesaiannya hanya dibebankan pada Kementerian Agama.

“Kalau dari sisi keagamaan tentu tidak menyimpang dan tidak bisa mengatakan Kemenag gagal. Karena paham keagamaan tidak salah yang salah adalah paham kebangsaannya. ketika paham kebangsaannya yang salah tentu menjadi kewajiban semua,” tandas Nur Syam.

PILIHAN SPONSOR

BACA JUGA
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
Lihat semua komentar