Ketua GNPF MUI Bachtiar Nasir, lokasinya kami pusatkan di Masjid Istiqlal, mungkin kalau longmars sudah enggak bisa, penuh jalan ke Mahkamah Agung.

JAKARTA, harianpijar.com – Aksi Simpatik 505 yang digawangi Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF) MUI dipastikan hanya terpusat di Masjid Istiqlal. Lain itu, sebagai penyelenggara aksi GNPF membatalkan niatnya menggelar longmarch ke Mahkamah Agung (MA).

Menurut Ketua GNPF MUI Bachtiar Nasir, untuk pelaksanaan Aksi Simpatik 505 dipusatkan di Masjid Istiqlal. Kalau longmarch sudah tidak mungkin, karena jalan sudah penuh.

“Lokasinya kami pusatkan di Masjid Istiqlal, mungkin kalau longmarch sudah enggak bisa, (penuh) jalan ke Mahkamah Agung,” kata Bachtiar Nasir di Kantor Komisi Yudisial, Senen, Jakarta, Kamis 4 Mei 2017.

Baca juga:   Lantik Oesman Sapta Odang Sebagai Ketua DPD, Suwardi Disebut Coreng Muruah MA

Lebih lanjut, ditegaskan Bachtiar Nasir, GNPF tetap bakal mendatangi Mahkamah Agung (MA) buat menyuarakan aspirasi soal peradilan vonis kasus penodaan agama Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) pada 9 Mei nanti. Namun, GNPF-MUI hanya bakal mengirim perwakilan.

“Bukan enggak ada (longmarch). (Takut) enggak bisa jalan, cuma delegasi, tetap ke MA, delegasi yang akan datang,” tegas Bachtiar Nasir.

Selain itu, Bachtiar Nasir juga membantah, aksi simpatik 505 digelar buat mengintervensi majelis hakim kasus Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), meski digelar tepat lima hari sebelum vonis dibacakan.

Baca juga:   DPRD DKI Hari ini, Gelar Rapat Paripurna Istimewa Tetapkan Pengunduran Diri Ahok

Lain itu, dirinya menegaskan, mereka tidak dalam posisi menuntut hakim menjatuhkan hukuman berat kepada Basuki Tjahaja Purnama (Ahok).

“Itu sudah domain hakim, kami tidak boleh mengintervensi hakim yang mulia dalam hal ini,” tegas Bachtiar Nasir.

Sementara, juga dikatakan Bachtiar Nasir, aksi bakal lebih banyak diisi kegiatan keagamaan. Peserta bakal salat Jumat dan berdoa bersama.

“Sebuah aksi munajat kepada Allah SWT, agar Allah memberikan kekuatan kepada para penegak hukum dalam menentukan hukum yang seadil-adilnya,” tandas Bachtiar Nasir.

Komentar

avatar
  Subscribe  
Notify of