Oesman Sapta Odang (OSO), dirinya mengaku sudah menyiapkan pengganti Miryam. Terkait jabatan Miryam S Haryani di Hanura sebagai Ketua DPP bakal diputuskan setelah proses hukum selesai.

JAKARTA, harainpijar.com – Ketua Umum Partai Hanura Oesman Sapta Odang (OSO) akan melakukan Pergantian Antar Waktu (PAW) terhadap Miryam S Haryani, tersangka pemberi keterangan palsu di persidangan korupsi KTP elektronik (KTP-el). Lain itu, PAW akan dilakukan setelah DPR reses.

“Secara hukum dia (Miryam S Haryani-red) belum inchracht ya. Jadi sementara, saya akan mengganti posisinya,” kata Oesman Sapta Odang di Gedung DPR, Jakarta, Rabu 3 Mei 2017.

Menurut Oesman Sapta Odang (OSO), dirinya mengaku sudah menyiapkan pengganti Miryam. Terkait jabatan Miryam S Haryani di Hanura sebagai Ketua DPP bakal diputuskan setelah proses hukum selesai.

“Jabatan pengurus nanti, proses hukumnya masih berjalan. Mekanisme kita seperti itu (menunggu putusan hukum),” tegas Oesman Sapta Odang (OSO).

Baca juga:   Pengamat Menilai Kematian Johannes Marliem Bisa Jadi Teror untuk Saksi Lain

Sebelumnya diketahui, Miryam S Haryani adalah tersangka pemberi keterangan palsu dalam kasus dugaan korupsi KTP elektronik. Dirinya telah dicegah bepergian ke luar selama 6 bulan melalui Direktorat Jenderal Imigrasi, Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia.

Selain itu, anggota Komisi V DPR dari Fraksi Partai Hanura itu beberapa kali mangkir dari panggilan KPK. Alhasil, KPK memasukkannya ke dalam daftar pencarian orang (DPO).

Lain itu, Miryam S Haryani juga telah menghapus jejak, meninggalkan kediaman, dan tempat kerjanya untuk menghindar dari jemput paksa KPK. KPK pun meminta bantuan Polri hingga National Central Bureau (NCB) Interpol Indonesia untuk mencari dan menangkap mantan Bendahara Umum Partai Hanura tersebut.

Baca juga:   Hari Ini Sidang E-KTP, JPU Akan Hadirikan Sejumlah Saksi dan Diprediksi Ada Kejutan Lagi

Sementara, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) meminta masyarakat yang mengetahui keberadaan Miryam S Haryani menginformasikannya ke KPK dan kantor polisi terdekat. Pihak yang melindungi Miryam S Haryani dapat bermasalah dengan hukum.

Sedangkan, Miryam S Haryani tersangka pemberian keterangan palsu kasus e-KTP itu bahkan sempat kabur dan ditetapkan sebagai buronan. Namun, langka Miryam S Haryani terhenti setelah dirinya tertangkap di salah satu hotel kawasan Kemang, Senin 1 Mei 2017 dini hari.

Komentar

avatar
  Subscribe  
Notify of