Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigadir Jenderal Rikwanto, bukan terindikasi, tapi sudah banyak video-videonya untuk mengajak kepada Khilafah. Konsep Khilafah yang dianut HTI dinilai bertentangan dengan Pancasila.

JAKARTA, harianpijar.com – Kepolisian Republik Indonesia (Polri) tengah menyiapkan bukti dalam rencana pembubaran organisasi masyarakat Hizbut Tahrir Indonesia (HTI). Lain itu, konsep Khilafah yang dianut HTI dinilai bertentangan dengan Pancasila.

“Bukan terindikasi, tapi sudah banyak video-videonya untuk mengajak kepada Khilafah,” kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigadir Jenderal Rikwanto di kantornya, Selasa 2 Mei 2017.

Menurut Rikwanto, Polri telah melakukan kajian mendalam terkait rencana pembubaran ormas HTI itu. Polri akan menindak tegas kelompok manapun yang berusaha mengganti Pancasila.

Baca juga:   Pengamat Politik: Jika Bertentangan dengan Pancasila, FPI pun Patut Dibubarkan

“Siapa saja, kelompok siapa saja yang mencoba mengganti atau mencoba mengubah, mengganti azas negara Pancasila dalam konteks bernegara berarti sudah melanggar konstitusi. Jadi jangan coba-coba ada perkumpulan, ada ormas atau ada apapun yang mencoba untuk mengganti azas negara dari Pancasila ke azas yang lainnya,” tegas Rikwanto.

Lebih lanjut, dijelaskan Rikwanto, untuk pembubaran ormas HTI tersebut kini tengah menunggu keputusan resmi dari pemerintah melalui Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan HAM (Menkopolhukam) Wiranto. Selain itu, Polri akan melaksanakan sikap pemerintah dalam keputusan tersebut bilamana HTI mesti dibubarkan.

Baca juga:   Kunjungi Kodam Jaya, Kapolda Metro: TNI-Polri Harus Harmonis

Selanjutnya, Rikwanto mengatakan, kajian dari berbagai pihak telah dilakukan. Termasuk kajian mandiri dari Majelis Ulama Indonesia (MUI) yang telah memberikan sudut pandangnya.

“Mudah-mudahan cepat selesai dan dikeluarkan pernyataan resmi pemerintah tentang cara pandang pemerintah terhadap HTI,” tandas Rikwanto.

Komentar

avatar
  Subscribe  
Notify of