Kadiv Humas Polri Irjen Setyo Wasisto jika Miryam S Haryani tidak penyerahkan diri, Polri tentu akan melakukan upaya paksa.

JAKARTA, harianpijar.com – Kepolisian Republik Indonesia (Polri) berupaya menemukan jejak anggota DPR Miryam S Haryani yang kini menjadi buronan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Lain itu, merujuk permintaan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Polri juga sudah memasukkan nama politisi Partai Hanura itu ke dalam daftar pencarian orang (DPO).

Menurut Kadiv Humas Polri Irjen Setyo Wasisto mengatakan, polisi dan KPK kini terus menelusuri keberadaan Miryam S Haryani.

“Mohon doa restunya saja bisa segera ditangkap dan nanti bisa diserahkan ke KPK. Kita dengan KPK kerja sama,” kata Irjen Setyo Wasisto di Jakarta, Minggu 30 April 2017.

Namun, ditegaskan Irjen Setyo Wasisto, Polri tetap meminta Miryam S Haryani untuk menyerahkan diri. Karena, jika tersangka korupsi itu terus bersembunyi justru akan rugi sendiri.

Menurutnya, jika Miryam S Haryani tidak penyerahkan diri, Polri tentu akan melakukan upaya paksa.

“Lebih bagus segera menyerahkan diri daripada ditangkap,” tegas Irjen Setyo Wasisto seraya mengimbau masyarakat yang mengetahui keberadaan Miryam S Haryani untuk segera melapor ke polisi atau KPK.

Seperti diberitakan, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada 5 April 2017 lalu telah menetapkan Miryam S Haryani sebagai tersangka pemberi kesaksian palsu. Hal itu, setelah Miryam S Haryani ketahuan memberikan keterangan tidak jujur dalam persidangan atas dua terdakwa korupsi e-KTP Irman dan Sugiharto.

Selain itu, Miryam S Haryani bahkan mencabut semua berita acara pemeriksaan (BAP) hasil pemeriksaan di tingkat penyidikan yang telah dirinya tanda tangani. Terutama, keterangannya soal aliran uang panas proyek e-KTP kepada sejumlah anggota DPR.

SUMBERJPNN
BAGIKAN
BERITA PILIHAN SPONSOR