Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan, Wiranto, kejahatan itu sifatnya bukan lagi dilakukan oleh kelompok kecil. Tetapi, di tenggarai para sindikat mafia skala besar dan transnasional bermain dalam kejahatan-kejahatan maritim tersebut.

JAKARTA, harianpijar.com – Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan, Wiranto memaparkan isu keamanan maritim di acara 15th ASEAN Political-Security Community (APSC) Council Meeting di Filipina, Jumat 28 April 2017.

Menurut Wiranto, banyaknya kejahatan yang memanfaatkan geografis negara-negara Asia Tenggara yang mayoritas kepulauan. Diantaranya terorisme, penyelundupan narkoba, perdagangan manusia, penangkapan ilegal dan penambangan ilegal adalah jenis kejahatan yang kerap ditemui di laut Asia Tenggara.

Lebih lanjut, dikatakan Wiranto, kejahatan itu sifatnya menurutnya bukan lagi dilakukan oleh kelompok kecil. Tetapi, dirinya menenggarai para sindikat mafia skala besar dan transnasional bermain dalam kejahatan-kejahatan maritim tersebut.

Karena itu, dijelaskan Wiranto, untuk negara-negara kawasan harus bekerja sama melakukan pengawalan wilayah untuk menangkis hal tersebut.

“Kita perlu menugaskan instansi terkait untuk lebih mengeksplorasi atau membuat strategi baru dengan tujuan meningkatan keamanan dan stabilitas wilayah kita,” jelas Wiranto dalam keterangan resminya yang diterima, Sabtu 29 April 2017.

Selanjutnya, Wiranto juga mengatakan, misalnya saja dalam menanggulangi perompakan kapal dan penyanderaan oleh kelompok bersenjata yang sering terjadi di perairan Sulu, Filipina. Untuk itu, Indonesia mengajak Malaysia dan Filipina sebagai Negara-negara yang berkepentingan di wilayah itu untuk bekerja sama.

Selain itu, peredaran obat-obatan terlarang lewat laut yang menyasar negara-negara Asia Tenggara sebagai pasar peredaran. Indonesia sendiri menurutnya telah menyatakan darurat narkoba dan mengajak negara kawasan bekerja sama.

Karena, para sindikat diketahui memiliki jaringan distribusi yang tersebar luas di wilayah ini dan polanya sudah diketahui.

“Kita perlu menegaskan kembali komitmen kita terhadap pendekatan tanpa toleransi dalam mewujudkan visi regional ASEAN yang bebas narkoba dengan menerapkan Rencana Kerja ASEAN untuk mengamankan masyarakat dari perdagangan dan peredaran Narkoba tahun 2016-2025,” tegas Wiranto.

Sementara, menurut Wiranto, soal pencurian ikan di perairan Indonesia, dirinya memperingatkan negara lain di kawasan supaya memperhatikan nelayan mereka. Karena, Indonesia saat ini terus melakukan peningkatan mencegah sumber daya alam ini dikeruk maling dari negara lain.

“Oleh karena itu, untuk mengefektifkan hal ini, kita membutuhkan instrumen yang lebih baik dan kuat di wilayah kita,” tandas Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan itu.

loading...