Tanah longsor yang terjadi di Dusun IV, Desa Saribuasih, Kecamatan Hatonduan, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara sudah lama terbengkalai. (foto: Harian Pijar/Tabloid Visual/Dedi Sihombing)

Dilaporkan Kontributor harianpijar.com, Dedi Sihombing

SIMALUNGUN, harianpijar.com – Tanah longsor yang terletak di Dusun IV, Desa Saribuasih, Kecamatan Hatonduan, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara, yang terjadi sejak tahun delapan puluhan, hingga saat ini belum pernah mendapat perhatian dari pemerintah, baik pemerintah daerah maupun pemerintah pusat. Lain itu, kondisi tanah longsor saat ini semakin parah dan mengkhawatirkan.

Menurut Z Hutabarat salah seorang warga yang juga tokoh masyarakat setempat, mengatakan, kejadian ini sudah berlangsung lama, sejak tahun delapan puluhan. Namun, hingga saat ini belum mendapatkan perhatian dan penanggulangan dari pemerintah daerah maupun pusat, sehingga seperti terbengkalai.

Lebih lanjut, dijelaskan Z Hutabarat, kondisi tanah longsor saat ini semakin menjadi dikarenakan semakin bertambah panjang dan diperkirakan kurang lebih enam ratus meter, dengan lebar empat puluh meter dan kedalaman lima belas meter serta sangat mengkhawatirkan sekali.

18136052_824899211021009_1012213149_n
. (foto: Harian Pijar/Tabloid Visual/Dedi Sihombing)

“Kejadian tanah longsor tersebut sudah lama. hanya keadaannya belum ada penanggulangan dari Pemerintah, jadi terlihat seperti terbengkalai. Selain itu, kondisinya sangat mengkhawatirkan saat ini,” kata Z Hutabarat kepada harianpijar.com dilokasi, Rabu, 26 April 2017 kemarin.

18143100_824899324354331_616835490_n
. (foto: Harian Pijar/Tabloid Visual/Dedi Sihombing)

Lebih lanjut, dikatakan Z Hutabarat, kondisi ini sudah sangat mengkhawatirkan masyarakat, karena sangat mengancam pemukiman penduduk, areal pertanian dan akses jalan penghubung antar Dusun bisa terputus.

Sementara, menurut Kepala Urusan Pembangunan Desa Saribuasih, Jhon Simanjuntak mengatakan, kejadian tanah longsor yang terjadi di Dusun IV itu, sebelumnya telah berulangkali disampaikan laporannya oleh Kepala Desa Saribuasih, Waster Manurung pada saat Musrenbang juga ke BNPB Daerah dan Dinas PSDA/Irigasi. Namun, sampai saat ini belum ada realisasinya.

“Sudah berulang kali dilaporan ke BNPB Daerah dan Dinas terkait, tapi belum ada realisasinya,” kata Jhon Simanjutak, di lokasi terpisah.

Sedangkan, menurut Kepala Dusun IV Desa Saribuasih, Denri Sirait, saat kejadian pernah di kunjungi oleh anggota DPRD Kabupaten Simalungun, bahkan di tahun ini telah di kunjungi camat Hatonduan. Namun, sampai saat ini belum juga ada realisasi penanggulangan bencana dari dinas terkait dan terlihat terbengkalai.

18142925_824898724354391_1595478418_n
. (foto: Harian Pijar/Tabloid Visual/Dedi Sihombing)

“Saat kejadian waktu itu dikunjungi oleh anggota DPRD. Kemudian tahun ini pihak kecamatan juga melihat kondisinya, tetapi belum ada realisasinya,” kata Denri Sirait.

Selain itu, juga ditegaskan Denri Sirait, masyarakat sudah sangat khawatir atas terjadinya tanah longsor tersebut yang semakin hari terus bertambah hingga mengancam pemukiman penduduk, tenggelamnya areal pertanian dan akses jalan penghubung antar Dusun juga antar Desa bisa terputus. Dedi Sihombing/elz

loading...