Tim kuasa hukum Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), kliennya Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) sebenarnya tidak punya niat untuk menistakan agama ketika mengutip Surat Al Maidah Ayat 51 ketika pidato di Pulau Pramuka, Kepulauan Seribu. Namun, tuduhan itu baru muncul setelah Buni Yani mengunggah video serta menulis caption provokatif.

JAKARTA, harianpijar.com – Tim kuasa hukum Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) berharap masyarakat jangan lagi mengatakan Gubernur Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), sebagai penista agama. Pasalnya, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) tidak terbukti menodai agama, hal itu terbukti dari pasal yang dipakai jaksa untuk menuntutnya.

“JPU sendiri yang mendakwa Pak Basuki ke pengadilan dengan dakwaan menodai agama sudah menyerah sudah ampun-ampun, karena nggak bisa membuktikan kesengajaan untuk menodai agama,” kata Teguh Samudera saat memberikan keterangan pers di Menteng, Jakarta, Rabu 26 April 2017.

Lebih lanjut, ditegaskan Teguh Samudera, bahwa kliennya Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) sebenarnya tidak punya niat untuk menistakan agama ketika mengutip Surat Al Maidah Ayat 51 ketika pidato di Pulau Pramuka, Kepulauan Seribu. Lain itu, tuduhan itu baru muncul setelah Buni Yani mengunggah video serta menulis caption provokatif.

“Jangan asal bicara dan ngomong menodai agama, jelas dibuktikan dalam persidangan, jaksa yang menuntut saja nggak bisa membuktikan, tapi orang lain masih nekat berpendapat seperti itu. Walaupun itu hak orang untuk bicara, tapi harus ada batasannya dan landasanya. Nggak bisa dianggap Pak BTP menodai agama. Nggak terbukti di persidangan,” tegas Teguh Samudera.

Sementara, Jaksa Penuntut Umum (JPU) menuntut Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dengan hukuman pidana satu tahun penjara dengan masa percobaan dua tahun. Diketahui, tuntutan tersebut dibacakan dalam sidang ke 20 yang digelar di Pengadilan Negeri Jakarta Utara di auditorium Kementerian Pertanian, Jakarta Selatan.

Karena itu, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) tidak perlu mendekam di penjara kalau selama masa percobaan, tidak ada putusan pidana dalam perkara lain yang berkekuatan hukum tetap.

Sedangkan, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) saat membacakan nota keberatan dalam sidang, Selasa 25 April 2017, menegaskan bahwa dirinya sama sekali tidak punya niat untuk menghina agama. Itu sebabnya, dirinya meminta kepada majelis hakim membebaskan dari segala tuntutan.

SUMBERSuara
BAGIKAN
BERITA PILIHAN SPONSOR