April-Novak
April Novak (32), divonis penjara selama 18 tahun karena telah melakukan hubungan seks dengan muridnya sendiri. (foto: Police Handout)

harianpijar.com – Seorang guru harusnya menjadi teladan bagi para siswanya. Akan tetapi hal tersebut tidak berlaku bagi ibu guru yang satu ini, April Novak (32), ia divonis penjara selama 18 tahun karena telah melakukan hubungan seks dengan muridnya sendiri.

Novak, ibu guru yang telah bersuami ini, bersama seorang murid yang berusia 16 tahun diduga memiliki “perasaan yang kuat satu sama lain”, dimana saat mereka diklaim melakukan hubungan terlarang itu di sofa saat jam sekolah masih berlangsung.

Seperti dilansir Mirror, suaminya tahu dan curiga seperti ada sesuatu yang sedang terjadi, karena pernah melihat Novak membantu anak laki-laki itu di lift serta membawa makanan ke sekolah.

Suaminya mengajukan cerai dan membebankan biayanya kepada Novak, selain itu Novak juga terancam kehilangan hak asuh untuk kedua anaknya dan dipenjara selama 18 tahun setelah dinyatakan bersalah melakukan kekerasan seksual.

Menomonee-Falls-High-School
April Novak mengaku bahwa ia telah menjalin hubungan selama dua bulan dengan muridnya di Menomonee Falls High School, Wisconsin, pada akhir 2015 lalu.

Sementara itu, di pengadilan Novak mengaku bahwa ia telah menjalin hubungan selama dua bulan dengan muridnya di Menomonee Falls High School, Wisconsin, pada akhir 2015 lalu.

Hakim Pengadilan Negeri Waukesha, Ralph Ramirez bertanya kepadanya, “Anda memastikan bahwa Anda dan dia telah melakukan hubungan seksual sekitar 12 kali di kelas saat Anda dipekerjakan sebagai guru. Benarkah?”

“Iya, Yang Mulia,” jawab Novak

Lain itu, Novak juga berkata kepada polisi yang menangkapnya bahwa dia sempat berpikir untuk bunuh diri dengan berkendara ke sebuah jembatan bersama anak-anaknya yang masih kecil di dalam mobil.

Guru baca dan pelatih baca tulis itu mengundurkan diri dari pekerjaannya saat skandal tersebut muncul pada Desember 2015 lalu, setelah ada seorang guru lain menangkapnya saat sedang mencium murid tersebut.

loading...