Serangan-Jet-Turki
Anggota Unit Perlindungan Rakyat Kurdi (YPG) memeriksa kerusakan di markas mereka setelah serangan udara Turki di Gunung Karachok dekat Malikiya, Suriah pada Selasa, 25 April 2017. (foto: REUTERS/Rodi Said)

harianpijar.com – Pesawat-pesawat jet Turki melancarkan serangan terhadap pejuang Kurdi yang berada di wilayah Sinjar Irak dan timur laut Suriah pada Selasa, 25 April 2017. Akibat dari serangan tersebut sedikitnya 20 orang tewas dalam kampanye pelebaran kelompok yang terkait dengan Partai Pekerja Kurdistan yang dilarang itu.

Serangan udara di Suriah menargetkan Unit Perlindungan Rakyat Kurdi (YPG), komponen kunci dari Pasukan Demokratik Suriah (SDF), yang didukung oleh Amerika Serikat dan telah mendekati benteng pertahanan ISIS di Raqqa.

Sebuah pernyataan dari militer Turki mengatakan sekitar 70 gerilyawan tewas dalam operasi yang dilakukan dalam dua negara bertetangga tersebut.

Serangan Turki tersebut menunjukkan tantangan yang dihadapi oleh upaya pimpinan AS untuk mengalahkan ISIS di Suriah dan mempertaruhkan ketegangan antara sekutu NATO, Washington dan Ankara, mengenai pejuang Kurdi yang sangat penting dalam menggerakkan para jihadis.

Sementara itu, di Washington, Departemen Luar Negeri AS mengatakan sangat prihatin dengan serangan udara, yang tidak mendapatkan izin dari koalisi yang dipimpin AS melawan ISIS di Irak dan Suriah. Turki adalah bagian dari koalisi lebih dari 60 negara tersebut.

“Kami telah menyatakan keprihatinan tersebut kepada pemerintah Turki secara langsung,” kata juru bicara Departemen Luar Negeri Mark Toner kepada wartawan.

“Serangan udara ini tidak disetujui oleh koalisi dan menyebabkan hilangnya nyawa pasukan mitra kami yang tidak menguntungkan,” tambahnya.

Selain itu, Mark Toner juga mengatakan bahwa serangan udara tersebut melukai usaha koalisi untuk mengejar para militan ISIS.

“Kami menyadari kekhawatiran mereka tentang PKK, namun tindakan semacam ini terus terang mengganggu upaya koalisi untuk mengejar ISIS dan terus terang melukai mitra kami di lapangan yang melakukan pertempuran tersebut,” ujar Mark Toner.

Seperti dilansir Reuters, seorang saksi mengatakan bahwa seorang perwira militer AS ikut mendampingi komandan YPG untuk meninjau wilayah-wilayah yang berada di dekat perbatasan Suriah dengan Turki pada Selasa, 25 April 2017.

Dalam sebuah pernyataan YPG mengatakan markas besarnya yang terletak di Gunung Karachok di dekat perbatasan Suriah dengan Turki telah diserang, termasuk sebuah media center, sebuah stasiun radio, fasilitas komunikasi dan institusi militer.

“Sebagai hasil dari serangan barbar oleh pesawat tempur Turki saat fajar dini hari terhadap pusat YPG… 20 pejuang tewas dan 18 lainnya luka-luka, tiga di antaranya kritis,” kata juru bicara YPG, Redur Xelil.

Politisi senior Kurdi, Ilham Ahmed, yang juga menjadi ketua sayap politik SDF, mengatakan mereka ingin Amerika Serikat memberikan perlindungan udara terhadap Turki.

Militer Turki mengatakan bahwa kedua wilayah yang diserang sekitar pukul 2 dini hari itu telah menjadi “pusat teror” dan tujuan pemboman tersebut adalah untuk mencegah PKK mengirim senjata dan bahan peledak yang dipersiapkan untuk serangan terhadap Turki.

Sumber keamanan Turki mengatakan sebanyak 13 militan PKK tewas dalam operasi yang didukung oleh angkatan udara yang berasal dari sebagian besar wilayah Turki di Kurdi pada hari Selasa itu. Dua tentara Turki juga tewas ketika sebuah bom pinggir jalan yang ditanam oleh PKK meledak di provinsi Sirnak.

BAGIKAN
BERITA PILIHAN SPONSOR