Jurubicara Kepresidenan Johan Budi mengatakan, sampai miggu lalu belum ada surat pengunduran diri dari bu Khofifah.

JAKARTA, harianpijar.com – Menteri Sosial (Mensos) Khofifah Indar Parawansa santer dikabarkan akan ambil bagian dalam Pilkada Jawa Timur 2018 mendatng. Lain itu, pihak Istana tidak ingin berspekulasi terkait kabar tersebut.

Menurut Jurubicara Kepresidenan Johan Budi mengatakan, Khofifah Indar Parawansa harus mengajukan pengunduran diri dari Menteri Sosial, jika ingin bertarung di Pilkada Jawa Timur. Karena, Khofifah Indar Parawansa tidak bisa bekerja optimal sebagai menteri jika harus mengikuti proses pilkada yang menyita waktu.

“Sampai minggu lalu belum ada surat pengunduran diri dari bu Khofifah,” kata Johan Budi dalam sambungan telepon di acara PrimeTime News Metro TV, Minggu 23 April 2017 kemarin.

Sementara, soal kabar Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa yang akan ambil bagian dalam Pilkada Jawa Timur 2018 mendatang ini, menuai pro dan kontra.

Menurut pengamat Politik Indobarometer M Qodari, Presiden Joko Widodo sebaiknya menolak jika surat pengunduran diri memang sampai di mejanya. Pendapat tersebut, bukan tanpa alasan, karena dirinya menilai, Khofifah Indar Parawansa merupakan salah satu menteri Kabinet Kerja dengan kinerja memuaskan.

“Kalo saya jadi Jokowi saya tolak surat penguduran dirinya. Bu Khofifah salah satu menteri yang kinerjanya menonjol,” kata M Qodari di kesempatan yang sama.

Sementara, menurut Khofifah Indar Parawansa, dirinya sendiri tidak menampik terkait dorongan untuk maju dalam Pilkada Jatim. Lain itu, dirinya juga ingin melihat hasil survei yang telah dilakukan banyak pihak.

Selanjutnya, dijelaskan Khofifah Indar Parawansa, dirinya juga menghargai partai politik yang menginginkan dirinya maju di Pilkada Jawa Timur.

Sebelumnya diketahui, Khofifah Indar Parawansa pernah dua kali ikut bertarung di Jawa Timur, pada 2008 dan 2013. Namun, Khofifah Indar Parawansa belum beruntung di dua pilkada tersebut. Dirinya masih belum bisa mengungguli pasangan inkumben Soekarwo dan Saifullah Yusuf.

loading...