Produce-101-Season-2-1

harianpijar.com – Seperti diberitakan sebelumnya, program acara kompetisi besutan Mnet, “Produce 101” Season 2 menuai kritik terkait sistem penghitungan poin mereka yang dianggap tidak adil. Oleh karena itu, tim dari “Produce 101” baru-baru ini merilis pernyataan resmi mereka untuk menanggapi kritikan tersebut.

Tim dari “Produce 101” Season 2 mengatakan bahwa sistem poin dengan mengambil jumlah keselurahan akan lebih adil dari pada sistem poin menggunakan rata-rata. Dengan fakta, penonton bisa memilih satu trainee di setiap putaran, atau tidak memilih sama sekali di babak itu.

“Kami percaya bahwa menggunakan total (jumlah keseluruhan) daripada rata-rata akan menjadi sistem yang lebih adil, dengan mempertimbangkan fakta bahwa penonton bisa memilih satu trainee di setiap putaran, atau tidak memilih di babak itu sama sekali. Kami memilih sistem poin untuk evaluasi battle grup karena ada begitu banyak komponen yang bisa dimainkan selain trainee yang ada dalam grup, seperti bakat individu dan kerja sama tim,” kata tim tersebut.

Sedangkan mengenai jumlah anggota yang berbeda atau tidak merata dari setiap grup yang berpartisipasi dalam evaluasi battle grup, tim dari “Produce 101” mengatakan,

“Kami memberi tahu semua trainee yang berpartisipasi dalam evaluasi battle grup (ada 99 peserta saat ini) sehingga jumlah anggota grup yang tidak merata tidak dapat dielakkan, dan jumlah suara terbanyak akan digunakan untuk menentukan apakah mereka menang atau kalah,” ujar tim dari dari “Produce 101” itu.

“Itu setelah mereka diberi tahu bahwa mereka memilih anggota tim, lagu, dan grup saingan mereka sendiri. Ada yang memilih grup lawan berdasarkan faktor selain mencoba mencocokkan ukuran (jumlah anggota) grup,” tambahnya.

Selain itu, tim dari “Produce 101” juga menunjukkan bahwa selama babak “LA chA TA” di season 1, grup yang lebih sedikit anggotanya menang saat menghitung jumlah total suara yang diperoleh. Tak hanya itu, mereka juga menyatakan bahwa akan terus melakukan yang terbaik untuk membuatnya menjadi kompetisi yang lebih adil dan lebih sehat di masa mendatang.

BAGIKAN
BERITA PILIHAN SPONSOR