Kapolda Sumsel Irjen Pol Agung Budi Maryoto, pengakuannya, ingin menghentikan mobil itu, namun sampai beberapa kali tembakan, mobil Honda City yang ditumpangi delapan orang itu tidak juga berhenti.

PALEMBANG, harianpijar.com – Anggota Polres Lubuk Linggau, Sumatera Selatan, Brigadir K, yang melakukan penembakan mobil Honda City dan mengakibatkan satu orang tewas, ditetapkan sebagai tersangka. Lain itu, Brigadir K buka suara soal alasan menembaki mobil tersebut.

“Pengakuannya, dia ingin menghentikan mobil itu,” kata Kapolda Sumsel Irjen Pol Agung Budi Maryoto via telepon, Jumat 21 April 2017 malam.

Namun, menurut Irjen Pol Agung Budi Maryoto, sampai beberapa kali tembakan, mobil Honda City yang ditumpangi delapan orang itu tidak juga berhenti. Akhirnya dengan menggunakan senjata laras panjang, Brigadir K terus menembak hingga tujuh kali.

Selanjutnya, dijelaskan Irjen Pol Agung Budi Maryoto, peluru Brigadir K menyasar ke mana-mana. Salah satu mengenai penumpang bernama Surini (54), tewas dengan luka tembak di dada, perut, dan paha. Sedangkan beberapa penumpang lain terluka, termasuk satu anak berusia 3 tahun yang terkena rekoset (pantulan) peluru.

“Dari keterangan saksi, sopir kabur karena tidak punya SIM. Alasan kedua, pelat mobilnya palsu. Yang terpasang pelat BG, tapi aslinya B,” jelas Irjen Pol Agung Budi Maryoto, yang juga mantan Kakorlantas Mabes Polri ini.

Sementara, menurut Irjen Pol Agung Budi Maryoto, Kepolisian masih menyelidiki kepemilikan mobil tersebut. “Apakah betul-betul dibeli atau apakah hal lain, masih kami telusuri,” tandas Kapolda Sumatera Selatan Irjen Pol Agung Budi Maryoto.

SUMBERdetik
BAGIKAN
BERITA PILIHAN SPONSOR