Febri Diansyah menjelaskan, dirinya belum dapat memberikan informasi lebih lanjut seputar alasan pengamanan Johanes Richard Tanjaya dan beberapa saksi tersebut.

JAKARTA, harianpijar.com – Direktur Utama PT Java Trade Utama, Johanes Richard Tanjaya, diamankan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) setelah berikan kesaksian di Pengadilan Tipikor Jakarta. Lain itu, jurubicara KPK Febri Diansyah mengakui Johanes dan beberapa saksi dikawal ke gedung KPK.

“Tadi dikasih tahu memang seperti itu,” kata Febri Diansyah saat dikonfirmasi, Kamis, 20 April 2017.

Namun, Febri Diansyah menjelaskan, dirinya belum dapat memberikan informasi lebih lanjut seputar alasan pengamanan Johanes Richard Tanjaya dan beberapa saksi tersebut. Lain itu, Febri Diansyah belum bisa menjawab apakah alasan saksi diboyong karena dugaan ada ancaman.

Berdasarkan prosedur yang dimiliki oleh komisi pemberantasan korupsi (KPK), saksi yang memang mendapat ancaman atau intimidasi, akan diberikan perlindungan.

“KPK tentu akan memberikan perlindungan sepanjang itu memang memenuhi syarat sesuai perlindungan saksi,” jelas Febri Diansyah.

Berdasarkan pantauan awak media di lapangan, Johanes Richard Tanjaya dibawa dari gedung Pengadilan Tipikor, Bungur, Jakarta Pusat. Karena, salah satu Jaksa Penuntut Umum KPK pun terlihat meninggalkan ruang sidang dan tidak kembali lagi setelah Johanes Richard Tanjaya memberikan kesaksian.

Sementara, Johanes Richard Tanjaya sempat terlihat turun dari lantai dua Gedung KPK menuju lobi sekira pukul 19.20 WIB. Namun, tidak lama setelahnya salah satu mantan anggota Tim Fatmawati itu tampak kembali naik ke lantai dua.

“Tadi dapat info itu memang, tapi belum dapat konfirmasi dari tim,” kata Febri Diansyah.

Sebelumnya, Johanes Richard Tanjaya memang memberikan kesaksian untuk sidang KTP-el dengan tersangka Irman dan Sugiharto. Dirinya banyak memberikan kesaksian seputar peran Tim Fatmawati bentukan Andi Agustinus alias Andi Narogong.

Salah satu pernyataan dari Johanes Richard Tanjaya menyebutkan ada aliran dana ke Senayan. Salah satunya jatah 7 persen dari nilai proyek untuk Setya Novanto, politikus Golkar yang kini menjabat sebagai Ketua DPR RI.

SUMBERMetrotvnews
BAGIKAN
BERITA PILIHAN SPONSOR