Novel Chaidir Hasan Bamukmin, tuntutan JPU tersebut hanya membuat penegakan hukum terhadap penoda agama, semakin tumpul.

JAKARTA, harianpijar.com – Wakil Ketua Advokat Cinta Tanah Air (ACTA) Novel Chaidir Hasan Bamukmin merasa kecewa terhadap jaksa penuntut umum (JPU), yang hanya menuntut satu tahun penjara dan dua tahun masa percobaan terhadap terdakwa kasus dugaan penodaan agama Basuki Tjahaja Purnama (Ahok).

Menurut Novel Chaidir Hasan Bamukmin, tuntutan JPU tersebut hanya membuat penegakan hukum terhadap penoda agama, semakin tumpul. “Saya sangat kecewa dan prihatin terhadap bobroknya penegakan hukum,” kata Novel Chaidir Hasan Bamukmin, Kamis, 20 April 2017.

Sementara, Novel Chaidir Hasan Bamukmin yang menjadi salah satu pelapor Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dalam kasus itu mengatakan, sudah menerangkan di dalam persidangan bahwa Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) tidak hanya sekali melakukan kasus yang dituduhkan.

“Padahal, saya selaku pelapor pertama, sudah menjelaskan dalam pengadilan, Ahok itu sudah tujuh kali ‘menyerang’ Al Maidah,” kata Novel Chaidir Hasan Bamukmin.

Sementara diketahui, dalam persidangan hari ini, JPU menuntut Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dengan hukuman satu tahun penjara dengan masa percobaan dua tahun. Dalam tuntutannya, jaksa menilai Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) terbukti melakukan penodaan agama.

“Ahok terbukti secara sah dan meyakinkan memenuhi rumusan pidana sebagaimana masuk dalam pidana alternatif kedua pasal 156 KUHP,” kata Ketua JPU Ali Mukartono, saat membacakan tuntutan.

SUMBERSuara
BAGIKAN
BERITA PILIHAN SPONSOR