Prof Bagir Manan, dengan adanya putusan MA tentang tatib pimpinan DPD, kepimpinan DPD yang lama tetap sah hingga masa jabatan berakhir.

JAKARTA, harianpijar.com – Mantan Ketua Mahkamah Agung (MA) Prof Bagir Manan menilai kepimpinan Oesman Sapta Odang (OSO) sebagai Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) tidak sah secara hukum. Lain itu, karena tatib yang ada dibatalkan Mahkamah Agung (MA) sehingga tidak ada kekosongan pimpinan DPD.

“Karena dibatalkan MA jadi kembali ke tatib pimpinan DPD sama dengan masa jabatan DPD, jadi 5 tahun. Dengan demikian tidak ada kekosongan pimpinan DPD,” kata Prof Bagir Manan pada acara diskusi Kode Inisatif di Thamrin, Jakarta, Kamis, 20 April 2017.

Selain itu, juga ditegaskan Prof Bagir Manan, sah atau tidaknya Oesman Sapta Odang (OSO) sebagai Ketua DPD, mengibaratkannya dengan pohon beracun dan buah beracun. Yang mana sebuah lembaga yang kepimpinannya ilegal akan menghasilkan produk atau peraturan yang ilegal.

“Nah kita lihat pohon itu beracun apa enggak, apakah pemilihan DPD sah atau tidak, kalau sah kenapa sah? alasan pemilihan DPD karena terjadi kekosongan pimpinan DPD,” tegas Prof Bagir Manan.

Lebih lanjut, Prof Bagir Manan menjelaskan, dengan adanya putusan MA tentang tatib pimpinan DPD, kepimpinan DPD yang lama tetap sah hingga masa jabatan berakhir.

“Dengan demikian memilih pimpinan DPD baru itu tidak sesuai dengan prinsip kekosongan, karena tidak ada kekosongan dengan demikian tindakan memilih tindakan tidak sah,” jelas Prof Bagir Manan.

Lain itu, Prof Bagir Manan, juga memberikan ungkapan lain terkait pemilihan Ketua DPD. “Ada ungkapan lama, di mana makin banyak kekuasaan, makin lama kekuasaan itu. Sebab salah satu unsur kekuasan itu ketamakan, karena makin berkuasa makin menikmati itu,” kata Prof Bagir Manan yang juga guru besar Universitas Padjadjaran itu.

Karena itu, Prof Bagir Manam juga menduga ada suatu hal yang ingin dikejar dari pemilihan Ketua DPD. Terlebih Oesman Sapta Odang (OSO) memiliki jabatan sebagai Ketua Partai hingga Wakil Ketua MPR RI.

“Seperti yang diungkap Pak Sofyan tadi, (Nomor Pelat Mobil) RI 7 lebih prestige dari pada RI 32,” tanda Prof Bagir Manan.

loading...