Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Umum Noor Rachmad, secara konsep sudah siap, tinggal tunggu waktunya.

JAKARTA, harianpijar.com – Kejaksaan Agung menyatakan tuntutan kasus dugaan penodaan agama dengan terdakwa Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) sudah siap dibacakan pada persidangan Kamis, 20 April 2017 besok.

“Secara konsep sudah siap, tinggal tunggu waktunya,” kata Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Umum Noor Rachmad di Jakarta, Rabu, 19 April 2017.

Menurut Noor Rachmad, saat disinggung pasal apa yang akan dikenakan kepada Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), dirinya menjawab diplomatis. “Lihat saja, nanti,” tegas Noor Rachmad.

Sementara, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dikenakan dakwaan alternatif yakni Pasal 156a dengan ancaman lima tahun penjara dan Pasal 156 KUHP dengan ancaman empat tahun penjara. Menurut Pasal 156 KUHP, barang siapa di muka umum menyatakan perasaan permusuhan, kebencian atau penghinaan terhadap suatu atau beberapa golongan rakyat Indonesia, diancam dengan pidana penjara paling lama empat tahun atau pidana denda paling banyak empat ribu lima ratus rupiah.

Awalnya, pembacaan tuntutan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) akan digelar pada 11 April 2017 atau sepekan menjelang pelaksanaan putaran dua Pilkada DKI. Namun, jaksa penuntut umum menyatakan belum siap atas tuntutannya dan meminta penundaan sampai 20 April 2017.

Sedangkan, menurut Jaksa Agung HM Prasetyo menyatakan penundaan penuntutan terdakwa penodaan agama Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) karena faktor yuridis.

“Rasanya penundaan tersebut tidak ada masalah lain, selain semata karena masalah teknis dan yuridis,” kata HM Prasetyo.

Lebih lanjut, HM Prasetyo menegaskan, penundaan itu tidak terkait dengan adanya surat dari Polda Metro Jaya yang menyarankan penundaan pembacaan tuntutan itu mengingat Kamtibmas menjelang pelaksanaan pilkada putaran kedua DKI Jakarta. Lain itu, JPU terpaksa meminta penundaan pembacaan tuntutan itu untuk menyelesaikan masalah sehingga semua pihak harus bisa mahaminya.

Sementara, Ketua Tim Jaksa Penuntut Umum (JPU) Ali Mukartono, dalam persidangan kasus dugaan penodaan agama dengan terdakwa Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), meminta jadwal pembacaan tuntutan terhadap Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) ditunda karena belum selesainya penyusunan tuntutan.

“Sedianya persidangan hari ini agendanya adalah pembacaan surat tuntutan dari kami selaku penuntut umum. Kami sudah berusaha sedemikian rupa bahwa ternyata waktu satu minggu tidak cukup atau kurang cukup bagi kami untuk menyusun surat tuntutan,” tandas Ali Mukartono.

loading...