Fahri Hamzah, dirinya menilai surat itu belum dilayangkan ke Presiden lantaran bertepatan dengan momen pilkada DKI Jakarta. Ini lagi pilkada, efeknya ke mana-mana. Pak Novanto Ketua Partai Pendukung Ahok.

JAKARTA, harianpijar.com – Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Fahri Hamzah menunda penyampaian surat protes pencekalan terhadap Ketua DPR Setya Novanto oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Lain itu, Fahri Hamzah juga memastikan nota protes itu tetap akan disampaikan ke Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Menurut Fahri Hamzah, dirinya menilai surat itu belum dilayangkan ke Presiden lantaran bertepatan dengan momen pilkada DKI Jakarta.

“Ini lagi pilkada, efeknya ke mana-mana. Pak Novanto Ketua Partai Pendukung Ahok,” kata Fahri Hamzah, Senin, 17 April 2017.

Lebih lanjut, Fahri Hamzah menjelaskan, berdasarkan rapat Badan Musyawarah DPR, muncul usulan surat tersebut agar disampaikan ke Presiden saat rapat konsultasi. Saat rapat Bamus, memang ada sejumlah keputusan yang menyangkut ihwal surat pencekalan terhadap Setya Novanto. Yaitu nota keberatan atas surat itu dan meminta adanya rapat konsultasi untuk menyampaikan jelas tujuan dari nota keberatan tersebut kepada Presiden.

Selain itu, ditegaskan Fahri Hamzah, bahwa surat keberatan itu tidak bisa dibatalkan sebab sudah menjadi keputusan rapat Bamus. Surat itu hanya bisa dibatalkan apabila ada rapat lagi dari Badan Musyawarah. Karena itu, dirinya meminta Komisi lll sebagai mitra KPK juga ikut membahas persoalan pencekalan Setya Novanto.

Sementara, menurut Wakil Ketua KPK Basaria Panjaitan menyayangkan sikap DPR yang bakal melayangkan protes atas pencekalan Setya Novanto dalam penyidikan dugaan korupsi pengadaan kartu tanda penduduk elektronik (e-KTP).

“Harusnya sih tidak, tapi kalau dilayangkan kan kami tidak bisa larang juga,” kata Basaria Panjaitan.

Bahkan, menurut Basaria, dirinya melihat surat tersebut merupakan hak DPR. Sehingga KPK tak akan melarang munculnya nota protes dari DPR. Namun, dirinya menilai surat keberatan itu tidak ada hubungannya dengan tugas Setya Novanto sebagai Ketua DPR.

SUMBERTempo.co
BAGIKAN
BERITA PILIHAN SPONSOR