Terbakarnya Mobil di Lokasi Pengajian, FPI DKI Jakarta Imbau Umat Islam Jangan Terprovokasi

Ketua Umum DPD Front Pembela Islam (FPI) DKI Jakarta, Muhsin Alattas, dimohon umat islam jangan terprovokasi dengan semua ini. Jangan terprovokasi menjelang Pilkada tanggal 19 April 2107.

JAKARTA, harianpijar.com – DPD Front Pembela Islam (FPI) DKI Jakarta menyampaikan pernyataan sikap terkait insiden terbakarnya mobil di Jalan MT Haryono, Cawang, Jakarta, Minggu, 16 April 2017, dini hari.

Sementara, lokasi terbakarnya mobil dianggap mencurigakan karena terjadi di dekat lokasi tabligh akbar yang dihadiri Pimpinan Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab.

Menurut Ketua Umum DPD Front Pembela Islam (FPI) DKI Jakarta, Muhsin Al Attas, meminta kepada umat islam supaya menahan diri agar tidak terprovokasi adanya insiden tersebut.

“Saya mohon umat islam jangan terprovokasi dengan semua ini. Jangan terprovokasi menjelang Pilkada tanggal 19 (April)” kata Muhsin Al Attas, Minggu, 16 April 2017.

Sementara diketahui, DPD Front Pembela Islam (FPI) DKI Jakarta, menyampaikan empat pernyataan sikap yang disampaikan.

Baca juga:   Terkait Ditetapkan Sebagai Tersangka, Pesan Rizieq Shihab: Lawan Kezaliman

Pertama, mengutuk peledakan mobil yang diarahkan ke jemaah yang sedang mengikuti tabligh akbar bersama Habib Rizieq Shihab, imam besar umat Islam yang digelar di DPD FPI Jakarta, Jakarta Timur.

Selanjutnya kedua, mendesak Polri dan TNI untuk segera mengusut tuntas kasus tersebut, dengan memburu teroris, pelakunya, dan mengejar aktor intelektualnya, serta membongkar semua jaringannya berikut penyandang dananya.

Ketiga, menyerukan kepada umat Islam agar tetap tenang, dan selalu waspada, serta tidak terprovokasi, sehingga bisa tetap fokus kepada pemenangan calon gubernur Muslim dalam Pilkada 19 April 2017 di Jakarta.

Keempat, Muhsin Al Attas mengimbau kepada Laskar FPI, kepada jawara pengawal ulama kepada FPI, dan kepada ormas-ormas islam dan kepada umat islam secara umum.

Baca juga:   Mohamad Ongen Sangaji: Partai Hanura DKI Akan Sebar 10 Ribu Saksi Kawal Ahok-Djarot

“Jangan kita ambil tindakan ini semua dan semua ini kita berikan sepenuhnya kepada aparat yang berwajib. Kita hanya menunggu hasil kerja daripada pihak kepolisian,” kata Muhsin Al Attas.

Sedangkan, menurut anggota tim Advokat GNPF MUI, Kapitra Ampera, meminta kepada aparat penegak hukum supaya segera menangani kasus teror tersebut.

“Kami minta keadilan kepada pihak kepolisian untuk menuntaskan segera. Harus mengusut melakukan investigasi dan penangkapan pada orang-orang yang sangat jelas. Tak ada alasan polisi tak bergerak cepat dan saya sudah hubungi Mabes Polri untuk bertindak lebih cepat,” kata Kapitra Ampera.

PILIHAN SPONSOR

BACA JUGA
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
Lihat semua komentar