KPK Tetap Cekal Setya Novanto, Meski Ada Protes Dari Pimpinan Dewan

Jurubicara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Febri Diansyah, kami akan tetap lakukan pencegahan itu, meski ada protes pimpinan dewan.

JAKARTA, harianpijar.com – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tetap mencegah Ketua DPR RI Setya Novanto untuk bepergian ke luar negeri meski diprotes pimpinan Dewan.

Menurut Jurubicara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Febri Diansyah, kami akan tetap lakukan pencegahan, meski ada protes pimpinan dewan.

“Kami tetap akan lakukan pencegahan itu,” kata Febri Diansyah, di kantornya, Jakarta, Kamis, 13 April 2017.

Lebih lanjut, ditegaskan Febri Diansyah, KPK telah melakukan proses pencegahan terhadap tiga orang saksi untuk keperluan penyidikan atas tersangka kasus dugaan korupsi proyek pengadaan e-KTP, Andi Agustinus alias Andi Narogong. Dua saksi lain yang dicegah selain Setya Novanto, ialah pihak swasta dan masih punya hubungan keluarga dengan Andi Agustinus alias Andi Norogong.

Baca juga:   Sidang Bersama DPD-DPR, Pidato Kenegaraan Jokowi Disambut Standing Applause

Sementara diketahui, Setya Novanto dicegah ke luar negeri selama enam bulan. Dirinya dianggap sebagai saksi penting untuk mengungkap kasus dugaan korupsi proyek pengadaan e-KTP.

Namun sebelumnya, Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah memprotes pencegahan terhadap Setya Novanto. Menurutnya, DPR akan mengirimkan nota keberatan kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi). Bahkan, Fahri Hamzah mengatakan surat itu sedang dituntaskan Sekretariat Jenderal dan Badan Keahlian DPR.

Lain itu, Fahri Hamzah juga akan memeriksa surat itu sebelum dikirim sesuai dengan amanat Badan Musyawarah. “Setelah itu, akan dikirim,” kata Fahri Hamzah di Kompleks Parlemen, Senayan, Rabu, 12 April 2017.

Baca juga:   Pimpinan KPK Menilai Tim Independen Novel Baswedan Tak Relevan

Selanjutnya, Fahri Hamzah juga mengatakan, kemungkinan besar dirinya yang akan menandatangani surat itu. Karena, dirinya yang memimpin rapat Badan Musyawarah. Kata Fahri Hamzah, Setya Novanto tidak akan menandatangani lantaran dirinya tidak hadir dalam rapat dan surat ini berkaitan dengannya.

Sedangkan, kata Fahri Hamzah, nota protes ini merupakan sikap resmi DPR dan disepakati dalam rapat Bamus. Dirinya juga mengatakan, Setya Novanto tidak seharusnya dicegah. “Ketua DPR Setya Novanto selama ini bukan orang yang tidak kooperatif,” tandas Fahri Hamzah.

PILIHAN SPONSOR

BACA JUGA
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
Lihat semua komentar