MAKI: Akan Lapor Ke KPK Minta Setya Novanto Dijerat Seperti Miryam Menjadi Saksi Palsu

Boyamin Saiman, dirinya sebelumnya sudah melaporkan Setya Novanto ke KPK terkait dugaan keterlibatan ketua umum Partai Golkar itu dalam kasus korupsi e-KTP dan juga akan melaporkan Setya Novanto dalam dugaan menjadi saksi palsu.

JAKARTA, harianpijar.com – Pegiat antikorupsi Boyamin Saiman berencana melaporkan Ketua DPR Setya Novanto ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Pasalnya, ketua umum Partai Golkar itu diduga memberikan keterangan yang tidak benar dalam penyidikan perkara korupsi kartu tanda penduduk elektronik (e-KTP).

“Saya akan ke KPK untuk mengadukan dan melaporkan Setya Novanto yang diduga kuat menghalangi proses penyidikan dan memberi keterangan tidak benar,” kata Boyamin Saiman, di Jakarta, Selasa 11 April 2017 kemarin.

Menurut Boyamin Saiman, dirinya sebelumnya sudah melaporkan Setya Novanto ke KPK terkait dugaan keterlibatan ketua umum Partai Golkar itu dalam kasus korupsi e-KTP. Lain itu, dirinya juga akan melaporkan Setya Novanto dalam dugaan menjadi saksi palsu.

Baca juga:   Amankan Kunjungan Raja Salman Ke DPR, Polda Metro Jaya Terjunkan 3200 Polisi

Lebih lanjut, Boyamin Saiman menjelaskan, Setya Novanto saat dihadirkan sebagai saksi pada persidangan terdakwa perkara e-KTP, Irman di Pengadilan Tipikor Jakarta, beberapa waktu lalu telah memberi keterangan yang tidak sesuai dengan pengakuannya di berita acara pemeriksaan (BAP). Karena, Setya Novanto berdasar keterangannya di depan penyidik KPK mengaku tidak mengenal Irman.

Namun, terakhir Setya Novanto yang juga pernah terseret kasus Papa Minta Saham itu mengaku mengenal Irman. “Ini artinya dia telah berbohong,” jelas Boyamin Saiman.

Selanjutnya, dikatakan Boyamin Saiman, KPK bisa menjerat Setya Novanto seperti halnya anggota DPR dari Fraksi Partai Hanura Miryam S Haryani. Lain itu, dirinya meyakini ketua Fraksi Partai Golkar DPR periode 2009-2014 itu bisa dijerat dengan pasal tentang keterangan palsu di persidangan.

Baca juga:   Masuk Ruang Angiografi, Setya Novanto Tak Penuhi Panggilan Kedua KPK

“Miryam saja bisa kena apalagi Setya Novanto yang memiliki peran dan pengaruh lebih. Harusnya kena juga seperti Miryam,” kata Boyamin Saiman yang juga merupakan Koordinator Masyarakat Anti-Korupsi (MAKI) itu.

Selain itu, menurut Boyamin Saiman, dirinya juga akan mendatangi Mahkamah Kehormatan DPR (MKD) pada Kamis lusa 13 April 2017. Tujuannya menanyakan laporan MAKI ke MKD tentang dugaan bahwa Setya Novanto  melakukan pelanggaran kode etik.

“Saya juga belum dipanggil MKD untuk memeberi keterangan. Harusnya setelah 14 hari dari pengaduan ada tindak lanjut,” tandas pengacara Antasari Azhar itu.

PILIHAN SPONSOR

BACA JUGA
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
Lihat semua komentar