Pilkada DKI Putaran Kedua, PKB DKI Deklarasi Berikan Dukungan Ke Ahok-Djarot

Ketua DPW PKB DKI Hasbiallah Ilyas, dirinya mengingatkan pada kader PKB DKI agar tidak main-main dalam memilih pemimpin untuk Jakarta. Karena, Jakarta merupakan miniatur dan barometer Indonesia.

JAKARTA, harianpijar.com – DPW PKB DKI Jakarta mendeklarasi dukungan mereka pada pasangan cagub-cawagub DKI Jakarta dengan nomor urut dua Basuki Tjahaja Purnama (Ahok)-Djarot Saiful Hidayat.

Menurut Ketua DPW PKB DKI Hasbiallah Ilyas, dalam deklarasinya, mengibaratkan kepala daerah selayaknya sopir mobil.

“Kita sebagai kader PKB yang bentar lagi akan ada Pilkada DKI, pemilihan calon gubernur dan calon wakil gubernur. Sedikit cerita, tadi saya jalan dari Pulomas ke Ragunan itu nyasar-nyasar karena sopir saya baru, nggak tahu tuh dia jalan ke Ragunan. Kalau gubernur baru nggak tahu juga jalanan. Jadi kita cari sopir itu yang sudah paten sudah mengerti. Kalau sopir saya yang lama, jalan sampai lubang semut juga tahu,” kata Hasbiallah Ilyas dalam sambutannya di acara Isra Mi’raj PKB sekaligus deklarasi di GOR Ragunan, Jakarta Selatan, Minggu 9 April 2017.

Lebih lanjut, ditegaskan Hasbiallah Ilyas, dirinya mengingatkan pada kader PKB DKI agar tidak main-main dalam memilih pemimpin untuk Jakarta. Karena, Jakarta merupakan miniatur dan barometer Indonesia.

Baca juga:   Isu Agama Yang Dihembuskan di Pilkada DKI, Hanya Untuk Jatuhkan Lawan

Karena itu, dirinya mengimbau kepada para kader agar senantiasa menjaga ajaran Islam.

“Nggak boleh Jakarta ini buat main-main. Yang lebih dari itu, kultur Islam ahlisunnah waljamaah kita harus kita jaga, bukan Islam yang keras, yang mengganggap dirinya benar. Jakarta ini miniatur, barometer Indonesia. Wajib hukumnya Jakarta dipegang oleh ahlisunnah waljamaah. Pak Djarot ini orang NU asli, dia datang ke pengajian bukan cuma di Pilkada. Waktu jadi Wakil Gubernur sering keliling sama PKB, itu tanda beliau menghormati kami kaum nadliyin dan PKB,” tegas Hasbiallah Ilyas.

“Jakarta jangan sampai seperti Suriah, Yaman dan wilayah konflik lain karena menganggap benar sendiri. Kita ini Islam yang tengah, yang nggak pernah caci orang lain,” lanjut Hasbiallah Ilyas.

Selanjutnya, juga dijelaskan Hasbiallah Ilyas, didepan kader PKB, dirinya mengingatkan bahwa Rasullulah diutus oleh Allah SWT untuk menyempurnakan akhlak manusia. Karena itu, sebagai umat Islam, para kader PKB harus senantiasa mengikuti akhlak yang diajarkan oleh Rasullulah, salah satunya adalah memaafkan orang yang sudah berbuat zalim.

Baca juga:   Yakin Pembahasan RUU DKI Lancar, PKB: Oposisi Tak Signifikan

Bahkan, Hasbiallah Ilyas mengatakan bahwa Djarot Saiful Hidayat sudah pernah mencontohkan akhlak yang diajarkan Rasullulah saat dirinya coba diusir saat datang ke Masjid At-Tin.

“Yang harus kita sadari, Rasullulah diutus untuk menyempurnakan akhlak. Islam intinya kemanusian, tidak menghina orang lain. Kalau mengaku Islam, lihat bagaimana akhlaknya. Kita harus maafkan orang yang menzalimi kita. Pak Djarot pernah diusir di salah satu masjid, pas saya tanya bagaimana dia diusir, dia bilang saya sudah maafkan. Itu akhlak Rasullulah,” kata Hasbiallah Ilyas yang juga sebagai anggota DPRD DKI ini.

Sementara, dikatakan Hasbiallah Ilyas, dirinya berharap kepada Djarot Saiful Hidayat jika dia dan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) kembali diamatkan oleh warga DKI untuk memimpin Jakarta, dirinya ingin Jakarta menjadi barometer Islam sunnah waljamaah.

“Kepentingan PKB cuma satu, kuatnya Islam sunnah waljamaah di Jakarta yang mulai tergerus. Moga-moga di Jakarta Selatan Pak Djarot bisa menang,” tandas Hasbiallah Ilyas.

PILIHAN SPONSOR

BACA JUGA
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
Lihat semua komentar