Nicholas Epley menjelaskan, bahwa individu dengan kecerdasan sosial lebih kuat juga cenderung lebih sering mengalami antropomorphisme, meskipun belum ada buktinya. (Foto: Ilustrasi).

JAKARTA, harianpijar.com – Orang yang memiliki kebiasaan berbicara, atau seperti mengobrol, dengan hewan peliharaan atau tanaman di pekarangan, ternyata menunjukan kecerdasan. Hal tersebut dibuktikan dalam sebuah studi menemukan bahwa aktivitas tersebut tak hanya normal, namun menunjukkan kecerdasan yang tinggi.

“Antropomorphisme, menghubungkan karakter manusia pada objek atau makhluk yang bukan manusia, adalah produk sampingan alami dari kecerdasan manusia yang membuat mereka menjadi semakin pandai,” kata Nicholas Epley, seorang profesor ilmu perilaku di University of Chicago dalam sebuah wawancara dengan Quartz.

Selain itu, Nicholas Epley menjelaskan, manusia tipe tersebut melakukan hal tersebut karena memiliki kecerdasan lanjutan yang memungkinkan untuk mengenali dan menemukan wajah dimana pun, termasuk di tempat yang tidak semestinya.

Selanjutnya, Nicholas Epley juga mengatakan, bahwa individu dengan kecerdasan sosial lebih kuat juga cenderung lebih sering mengalami antropomorphisme, meskipun belum ada buktinya.

Namun, Psych Central juga berpendapat bahwa individu yang kesepian juga sering melakukan antropomorphisme karena mencari interaksi sosial yang tidak bisa didapatkan dari manusia.

Di satu sisi, sebuah fenomena pareidolia di mana pikiran mencoba untuk menemukan pola umum yang sebenarnya tak ada, bisa jadi merupakan jawaban dari kebiasaan tersebut.

Sementara, beberapa ilmuan berpendapat hal tersebut kemungkinan adalah cara otak menerima informasi yang acak menjadi masuk akal, seperti menemukan seni dalam kekacauan.

Karena itu, fenomena tersebut bisa dijadikan alasan untuk menjelaskan berbagai macam hal tak lazim, misalnya ketika seseorang melihat nabi atau orang yang sudah meninggal di suatu tempat.

Namun, ketika beberapa orang malu mengakuinya, Nicholas Epley justru merasa hal yang sebaliknya.

“Secara sejarah, antropomorphisme dilihat sebagai tanda-tanda kekanak-kanakan atau bodoh, namun sebenarnya ini menunjukkan kecenderungan yang membuat manusia terlihat unik, tidak ada spesies lain yang bisa seperti ini,” tandas Nicholas Epley.

Komentar

avatar
  Subscribe  
Notify of