Karopenmas Divisi Humas Polri Brigjen Rikwanto, hasil penyidikan diketahui bahwa keenam orang tersebut terduga teroris jaringan Jamaah Anshorut Daulah (JAD).

JAKARTA, harianpijar.com – Kepolisian Republik Indonesia (Polri) mengatakan enam orang pelaku penembakan polisi Tuban, Jawa Timur, kemarin tewas dalam baku tembak dengan polisi.

Menurut Karopenmas Divisi Humas Polri Brigjen Pol Rikwanto, hasil penyidikan diketahui bahwa keenam orang tersebut terduga teroris jaringan Jamaah Ansharut Daulah (JAD).

“Untuk para pelaku tersebut diketahui merupakan jaringan JAD, yang mayoritas merupakan JAD wilayah Semarang,” kata Brigjen Pol Rikwanto saat dikonfirmasi di Jakarta, Minggu, 9 April 2017.

Pelaku-Penembakan-Polisi-Tuban
. (foto: detik.com)

Lebih lanjut, ditegaskan, Brigjen Pol Rikwanto, keenam terduga teroris jaringan JAD di antaranya adalah Adi Handoko kota asal Tersono, Kabupaten Batang, Satria Aditama asal Ngaliyan, Semarang, Yudhistira Rostriprayogi asal Gemuh, Kabupaten Kendal dan Endar Prasetyo asal Tersono, Kabupaten Batang.

Sementara, menurut Brigjen Pol Rikwanto, dua terduga teroris lainnya masih belum diketahui identitasnya. Hanya saja pengecekan kepada salah satu ponsel terduga pelaku diketahui bernama Irsyad dari Kendal, Jawa Tengah.

Selanjutnya, Brigjen Pol Rikwanto, belum menjawab perihal motif dari penembakan keenam terduga teroris ini kepada anggota polisi. Namun, yang pasti menurutnya rencana penembakan yang dilakukan oleh jaringan JAD ini atas perintah pimpinannya yakni Zainal Anshori (ZA).

“Untuk perencanaan penembakan terhadap Pos Lantas Res Tuban yang berada di Jalan Raya Tuban, Semarang kemarin merupakan perintah dari amir JAD Nusantara, Zainal Anshori,” jelas Brigjen Rikwanto.

Selain itu, dikatakan Brigjen Pol Rikwanto, Zainal Anshori memang sudah tertangkap di Lamongan, Jawa Timur pada Jumat 7 April 2017 lalu. Lain itu, Zainal Anshori juga merupakan Amir yang ditunjuk langsung oleh Aman Abdurrahman sebagai pemimpin JAD Nusantara.

Sementara, jelas Brigjen Rikwanto, Zainal Anshori diamankan bersama dua pelaku lainnya atas pembelian senjata api di Filipina. Namun sebelum tertangkap Zainal Anshori memerintahkan jaringannya untuk melakukan penyerangan kepada polisi jika dirinya sampai tertangkap.

“Jadi penyerangan polisi di Tuban kemarin merupakan perintah dari Zainal Anshori apabila dirinya ditangkap,” jelas Brigjen Rikwanto.

Untuk diketahui, Zainal Anshori pernah melakukan pembelian lima pucuk senjata api di Filipina. Zainal Anshori ditangkap bersama Adi Bramadinata dan Zainal Hasan di lokasi yang berbeda di Lamongan, Jawa Timur.

Sedangkan, pembelian senjata tersebut dilakukan di Sangihe, Talaud, Sulawesi yang berdekatan dengan pulau Mindanao Filipina. Lain itu, dari lima senjata yang dibeli, dua di antaranya diserahkan kepada kelompok Afif yang melakukan penyerangan bom Thamrin pada awal 2016 lalu.

loading...