Jaksa Agung: Kejati Jabar Baru Terima SPDP Kasus Pelecehan Pancasila Oleh Rizieq Shihab

Jaksa Agung HM Prasetyo, pihaknya baru mendapatkan laporan dari Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Jabar, bahwa baru terima SPDP.

JAKARTA, harianpijar.com – Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Barat baru menerima Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan (SPDP) terkait kasus dugaan pelecehan Pancasila dengan tersangka Rizieq Shihab, kendati sudah ditetapkan sebagai tersangka, sejak 30 Januari 2017 lalu.

Menurut Jaksa Agung HM Prasetyo, pihaknya baru mendapatkan laporan dari Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Jabar, bahwa baru terima SPDP.

“Saya baru mendapatkan laporan dari Kajati (Kepala Kejaksaan Tinggi) Jabar bahwa  Kejaksaan Tinggi  Jabar baru terima SPDP,” kata HM Prasetyo, di Kejaksaan Agung, Jumat 7 April 2017 kemarin.

Baca juga:   Imbauan dan Pesan Untuk Rizieq Shihab Yang Berada di Arab Saudi

Selanjutnya, juga dijelaskan HM Prasetyo, dengan kondisi tersebut, maka Kejati Jabar belum menerima berkas tahap pertama, untuk penelitian berkas perkara.

”Sampai saat ini, berkasnya belum ada di Kejaksaan untuk diteliti dan prosesnya masih panjang,” jelas Jaksa Agung.

Sementara diketahui, kasus Rizieq Shihab ini berawal laporan Sukmawati Soekarnoputri terkait pernyataannya terhadap Pancasila 27 Oktober 2016. Laporan disampaikan ke Mabes Polri, tapi kemudian diserahkan ke Polda Jabar untuk diusut.

Baca juga:   Soal Kepulangan Rizieq Shihab, Kuasa Hukum: Masih Terkendala Masalah Visa

Sedangkan, pada 23 Januari 2017 lalu digelar ekspose (gelar perkara), namun penyidik berkesimpulan penyidikan harus dilengkapi lagi. Selanjutnya, 30 Januari penyidik meningkatkan ke penyidikan.

Namun, Rizieq Shihab yang juga merupakan Pemimpin Front Pembela Islam (FPI) membantah semua tudingan dan menyatakan apa yang disampaikan adalah materi disertasinya guna memperoleh gelar doktor.

PILIHAN SPONSOR

BACA JUGA
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
Lihat semua komentar