Majelis-Tao-Indonesia
Perayaan HUT ke-43 MTI (Majelis Tao Indonesia) di Restaurant Nelayan, Ancol, Jakarta Utara. (foto: google images/Majelis Tao Indonesia)

Memasuki usia 43 tahun, MTI (Majelis Tao Indonesia), dirayakan belum lama ini di Restaurant Nelayan, Ancol, Jakarta Utara, cukup meriah, Pendirian Majelis Tao Indonesia merupakan komunitas Tao yang pada umumnya warga Indonesia etnis Tionghoa. Dimana pendirian sebenarnya berawal 1 imlek 2525 (tepat 23 Januari 1974) dan telah dideklarasikan pada tanggal 27 Februari 1993 di Jakarta.

Hal ini dikatakan DR (HC) Taosu Kusumo (selaku Ketua Dewan Agung MTI Pusat), didampingi KRT. AJM Andi Hakim, SH (selaku Ketua Umum MTI Pusat) khusus kepada Visual. “Merupakan perayaan HUT ke-43 MTI dan Haul Nabi Laotze Thay Sang Lao Chin. Maka dengan demikian kami berkomitmen tetap mengawal Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI)”, tandasnya.

Kemudian Andi Hakim mengajak tetamu pada acara tersebut, menjadikan momen hari yang penting untuk saling menghormati dan menghargai sesama WNI agar bisa bersama-sama bergandengan tangan dalam membangun negeri sebagaimana Nawa Cita Kabinet Kerja dibawah pimpinan Bapak Presiden RI Joko Widodo.

“Sesungguhnya MTI sudah terdaftar di Dirjen Sospol Kemendagri dengan, Tanda Daftar Nomor 94 Tahun 1998 dan selama itu pula MTI cukup berkiprah di tengah-tengah masyarakat dengan kegiatan sosial untuk anggota masyarakat yang pra sejahtera di Jakarta dan berbagai daerah. Juga berharap bahwa Pilkada putaran kedua di Jakarta dengan merujuk damai, aman dan saling menghargai demi suksesnya pembangunan nasional khususnya pembangunan DKI Jakarta,” kata Andi, yang juga Praktisi Hukum itu.

Disamping itu, Ustaz Anton Medan, hadir pada acara tersebut mengatakan agar semua pihak meningkatkan toleransi dalam berbagai kehidupan di tengah keberagaman. “Mari kita jaga kerukunan antar umat beragama. Kita harus sadar bahwa agama tak bisa dipaksakan. Begitu pula dalam suasana Pilkada DKI Jakarta. Siapapun boleh berpolitik, tapi tidak boleh mempolitikkan agar,” tandas Anton, yang juga Ketua Umum PITI (Persatuan Islam Tionghoa Indonesia) Pusat itu.

Komentar

avatar
  Subscribe  
Notify of