Logo-Apple-Inc
Logo Apple Inc. (foto: Getty Images/Photothek/Thomas Trutschel)

harianpijar.com – Pengawas konsumen di Australia telah menggugat Apple Inc (AAPL.O), pada Rabu, 5 April 2017, Apple dituduh telah menggunakan update software atau pembaruan perangkat lunak mereka untuk menonaktifkan iPhone yang retak layar namun pernah diperbaiki oleh pihak ketiga.

Menurut Komisi Persaingan dan Konsumen Australia (ACCC) saat pengajuan dipengadilan mengatakan, raksasa teknologi AS tersebut “memblok” ratusan perangkat smartphone dan tablet, dan kemudian menolak untuk memperkaikinya dengan alasan bahwa perangkat pelanggan tersebut telah atau pernah dilayani oleh jasa perbaikan tidak resmi dari Apple.

Baca juga:   Apple Akan Segera Produksi iPhone di India

“Jaminan hak-hak konsumen dalam UU Konsumen Australia ada secara independen dari jaminan produsen dan tidak hilang hanya karena konsumen memiliki barang yang diperbaiki oleh pihak ketiga,” kata ketua ACCC Rod Sims dalam sebuah pernyataan, seperti dilansir Reuters.

ACCC juga mengatakan Apple terlibat dalam “perilaku menyesatkan atau menipu dan membuat keterangan palsu atau menyesatkan kepada konsumen” tentang pembaruan perangkat lunak dan hak pelanggan untuk mendapatkan jasa perbaikan dari perusahaan.

Baca juga:   Apple Inc Rilis Aplikasi Video Terbaru, Clips

Meskipun begitu, juru bicara Apple tidak segera merespon hal tersebut.

Regulator mengatakan bahwa antara September 2014 dan Februari 2016, konsumen Apple yang telah mengunduh update software, dan menghubungkan perangkat mereka ke komputer, akan menerima pesan yang mengatakan, “perangkat tidak dapat dipulihkan dan perangkat telah berhenti berfungsi”.

Komentar

avatar
  Subscribe  
Notify of