Fahri Hamzah: Saya Tidak Percaya Dengan Rp 3 Miliar Bisa Gulingkan Pemerintahan Jokowi

Fahri Hamzah, saya tidak percaya orang dengan Rp 3 miliar bisa laksanakan revolusi, enggak bisa. Indonesia ini mau Rp 1.000 triliun, Rp 2.000 triliun enggak bisa revolusi.

JAKARTA, harianpijar.com – Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah tidak percaya pemerintahan Joko Widodo (Jokowi) bisa digulingkan dengan dana Rp 3 Miliar. Lain itu, dirinya menilai uang tersebut terlalu kecil untuk melakukan revolusi di sebuah negara yang memiliki anggaran hingga Rp 2.080 triliun per tahun.

“Saya tidak percaya orang dengan Rp 3 miliar bisa laksanakan revolusi. Enggak bisa. Indonesia ini mau Rp 1.000 triliun, Rp 2.000 triliun enggak bisa revolusi,” kata Fahri Hamzah, di Senayan, Jakarta, Senin, 3 April 2017.

Lebih lanjut, dijelaskan Fahri Hamzah, dirinya meminta pihak kepolisian terbuka soal penangkapan sejumlah orang yang diduga akan melakukan makar.

Karena, menurutnya ada kejanggalan dari tindakan polisi. Sebab, terduga pelaku makar yang sebelumnya sempat ditangkap kini juga sudah dibebaskan.

“Kalau yang dimaksud adalah mengantipasi ketertiban, sebaiknya itu adalah kerjaan intelijen. Jangan jadi kerja polisi. Polisi tidak bisa merangkap sebagai intelijen ya,” kata Fahri Hamzah.

Baca juga:   Sohibul Iman: PKS Tidak Khawatir Kadernya Dibajak Partai Gelora

Selain itu, Fahri Hamzah juga mengingatkan, saat ini adalah era keterbukaan. Tidak ada yang boleh ditutup-tutupi, termasuk kinerja kepolisian.

“Transparan ya, hidup orang pribadi itu terbuka. Dan orang-orang itu termasuk yang dituduh itu ada Facebook-nya, jadi orang kalau mau makar itu enggak punya Facebook harusnya. Kalau orang punya Facebook, itu sudah enggak ada niat jahatnya kepada negara,” tegas Fahri Hamzah.

Sebelumnya, Polisi menangkap Sekjen Forum Umat Islam (FUI) Muhammad Al-Khaththath, ZA, IR, V, dan M terkait dugaan pemufakatan makar pada Jumat 31 April 2017.

Selain itu, penangkapan dilakukan sebelum aksi 313 yang menuntut Presiden Jokowi mencopot terdakwa penodaan agama Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dari jabatannya sebagai Gubernur DKI Jakarta.

Sedangkan, kelima orang tersebut disangkakan Pasal 107 KUHP juncto Pasal 110 KUHP tentang Pemufakatan Makar. Sementara itu, V, dan M juga dikenai Pasal 16 UU Nomor 40 Tahun 2008 tentang Penghapusan Diskriminasi Ras dan Etnis.

Baca juga:   Polisi Tangkap Anggota FPI Penyebar Ancaman ke Kapolri dan Kabareskrim

Sementara, menurut Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Argo Yuwono mengatakan terduga pemufakatan makar sudah merencanakan besaran anggaran untuk melakukan aksi penggulingan Pemerintah Republik Indonesia (RI) saat ini. Perencanaan itu dibuat dalam pertemuan di Kalibata, Jakarta Selatan dan Menteng, Jakarta Pusat.

“Memang di sana disampaikan bahwa untuk jatuhkan pemerintah sah dibutuhkan dana Rp 3 miliar, pemerintah bisa jatuh,” kata Kombes Pol Argo Yuwono, di Polda Metro Jaya, Jakarta, Senin 3 April 2017.

Menurut Kombes Pol Argo Yuwono, polisi saat ini belum mendapatkan sumber dana tersebut. Sementara, uang Rp 3 miliar itu masih dalam bentuk perencanaan dan belum terealisasi.

Selain itu, mereka juga belum mengungkapkan secara rinci untuk apa saja anggaran sebesar Rp 3 M.

Adapun soal barang bukti Rp 18,8 juta yang ditemukan dari Muhammad Al-Khaththath, dikatakan Kombes Pol Argo Yuwono, uang tersebut diduga berkaitan dengan aksi 313.

PILIHAN SPONSOR

BACA JUGA
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
Lihat semua komentar