Sidang Ahok Ke-17 Hari Ini, Kuasa Hukum: Saatnya Ahok Bantah Semua Tuduhan

Anggota tim kuasa hukum, I Wayan Sudarta, persidangan kali ini saatnya Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) membantah semua tuduhan yang ditujukan dirinya yang tidak mendasar.

JAKARTA, harianpijar.com – Sidang lanjutan ke-17 kasus dugaan penodaan agama, yang hari ini, Selasa, 4 April 2017, digelar di Audiotorium Kementan, akan dimanfaatkan oleh Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) untuk membantah semua tuduhan.

Lain itu, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dituduh melakukan penodaan agama dan menghina ulama karena mengutip surat Al Maidah ayat 51 di Pulau Pramuka, Kepulauan Seribu, tahun 2016 lalu.

Menurut anggota tim kuasa hukum, I Wayan Sudarta, mengatakan, persidangan kali ini saatnya Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) membantah semua tuduhan yang ditujukan kepada dirinya yang tidak mendasar.

“Tiba saatnya Pak Basuki Tjahaja Purnama membantah tuduhan yang tidak mendasar, akan menarik kalau dia (Ahok) ceritakan apa yang dilakukan,” kata I Wayan Sudarta, di gedung Kementan, Jakarta Selatan, Selasa 4 April 2017 pagi ini.

Baca juga:   Ahok: Mulai Selasa Depan Keterangan Saksi Bakal Meringankan Dirinya

Lebih lanjut, dijelaskan I Wayan Sudarta, kliennya tidak bermaksud menodai ulama dan menghina agama Islam. Pada pidato Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) pada 27 September 2016 di Kepulauan Seribu, dinilai nya murni membahas program budi daya ikan kerapu.

Lain itu, I Wayan Sudarta menuturkan, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) tersandung masalah hukum video pidatonya itu dipotong dan diunggah Buni Yani ke media sosial.

Selain itu, I Wayan Sudarta, juga menilai, penerbitan rekaman video Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) secara sepotong yang dilakiukan Buni Yani bermotif politik, yakni menjegal langkah Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) DKI 2017.

Baca juga:   Hari Ini Sidang Ke-14 Ahok: Saksi Ahli Ahok Pertanyakan Independensi Saksi Ahli JPU

“Video itu jelas ‘dipelintir’ sedemikan rupa, maka berkembanglah opini yang tidak berdasarkan fakta. Itu jelas ada rekayasa untuk pilkada,” jelas I Wayan Sudarta.

Sedangkan, I Wayan Sudarta mengklaim, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) secara politis tidak bisa dijegal kalau hanya mengkritik program-programnya. “Karena itulah dia diserang melalui fitnah. Makanya, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) duduk sebagai terdakwa penuh dengan kenakalan dan paksaan, ” tandas I Wayan Sudarta.

PILIHAN SPONSOR

BACA JUGA
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
Lihat semua komentar