Ahok-Djarot-Rosi
Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dan Djarot Saiful Hidayat mencoba menjawab pertanyaan dari netizen. (foto: Warta Kota/Angga Bhagya Nugraha)

JAKARTA, harianpijar.com – Dalam acara program Rosi besutan Kompas TV pada Minggu malam, 2 April 2017. Pasangan cagub dan cawagub DKI Jakarta nomor urut dua, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dan Djarot Saiful Hidayat mencoba menjawab pertanyaan dari netizen lewat media sosial Twitter.

Salah satu pertanyaan yang dilontarkan netizen yaitu, apakah pasangan itu bisa mengelola Jakarta dengan “zero enemy” dan bagaimana bersikap terhadap “maling anggaran”.

Seperti dilansir Kompas, Ahok pun menjawab pertanyaan tersebut dengan mengatakan pertanyaan itu sama seperti yang pernah dilontarkan oleh seorang anak TK kepada dirinya.

“Pak Ahok kenapa sih Bapak mesti musuhan sama banyak orang,” ujar Ahok.

Selanjutnya, Ahok mengatakan sempat bingung bagaimana menjelaskan secara tepat kepada anak TK itu. Lalu, ia meminta stafnya untuk mencari dan memutar film animasi anak berjudul “Finding Nemo” untuk menjawab pertanyaan dari anak TK itu.

Ahok juga mengatakan bahwa dalam satu adegan film tersebut, ketika nemo berteriak meminta semua ikan untuk berenang ke bawah. Tapi, ikan yang lain malah berenang ke atas.

Baca juga:   Tim Pemenangan Ahok-Djarot: Ikut Debat Pamungkas Pilkada DKI, Tidak Ada Persiapan Khusus

Sementara itu, sang pembawa acara, Rosiana Silalahi, kemudian bertanya apakah maksud galak dan kerasnya seorang Ahok demi kebaikan? Ahok pun membenarkan itu.

“Iya, jadi kita kadang disalahpahami. Sama kayak nemo kecil. Akhirnya ketika kita ke arah yang benar, orang yang salah arah pasti salah paham sama kita. Langsung anak (TK) itu ngerti,” kata Ahok.

Djarot kemudian menimpali dengan menjelaskan bahwa di masa kepemimpinan Ahok-Djarot dibuat sistem e-budgeting. Maka, semuanya transparan dari mulai penyusunan rencana.

“Supaya tidak ada permainan,” ujar Djarot.

Kemudian, Rosi kembali bertanya apakah perlu toleransi dengan pihak-pihak yang berseberangan dengan Ahok-Djarot?

“Kalau curi ya no kompromi,” ujar cagub nomor urut dua itu.

“Hus, yang aku tanya Pak Djarot,” kata Rosi menimpali. Dan sontak para penonton pun tertawa.

Baca juga:   Ketum PDI-P Megawati Ucapkan Terima Kasih Pada Warga Pemilih Ahok-Djarot

Djarot pun menjawab dengan mengatakan dirinya paham mengenai parlemen. Ia melihat ada perbedaan tunjangan antara pegawai di pemerintahan dengan di legislasi.

Djarot juga berpendapat bisa saja dibuat aturan formal agar anggota legislatif bisa mendapat tunjangan seperti Tunjangan Kinerja Daerah (TKD) yang diterima pegawai Pemerintah Provinsi DKI, misalnya menaikan tunjangan operasional atau rumahnya anggota legislatif.

Lain itu, Pasangan cagub dan cawagub nomor urut tiga, Anies Baswedan dan Sandiaga Uno tidak hadir dalam acara debat di acara program Rosi yang ditayangkan secara Live di Kompas TV itu.

Pembawa acara, Rosiana Silalahi, sempat menyampaikan hal tersebut saat acara dimulai pada pukul 19.10 WIB. Rosi mengatakan, awalnya acara debat dirancang untuk dihadiri oleh dua pasangan cagub-cawagub DKI.

“Namun acara ini tidak sesuai rencana. Hingga siang tadi kami mendapat konfirmasi calon nomor tiga tidak hadir,” kata Rosi, di Djakarta Theater, Jakarta Pusat.

BACA JUGA
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
Lihat semua komentar