Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Mochammad Iriawan, Kepolisian juga akan melakukan pelarangan massa jika akan melakukan long march dari Istana menuju Gedung DPR-RI.

JAKARTA, harianpijar.com – Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Metro Jaya Irjen Pol Mochamad Iriawan melarang peserta aksi 313 melakukan long march dari Istana ke DPR. Lain itu, aksi yang akan digelar Jumat 31 Maret 2017 hari ini, didepan Istana Kepresidenan menuntut pemberhentian Gubernur Jakarta non-aktif Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), karena kasus dugaan penodaan agama.

Menurut Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Mochamad Iriawan, dirinya juga minta massa yang ikut dalam unjuk rasa bertajuk Aksi 313 untuk menjaga ketertiban umum. Sedangkan Aksi 313 bertujuan menuntut Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk memberhentikan Gubernur DKI Jakarta nonaktif Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dari jabatannya dan aksi 313 ini rencananya digelar setekah sholat Jumat di Istiqlal.

Lebih lanjut, ditegaskan Irjen Pol Mochamad Iriawan, Kepolisian masih terus berkordinasi dengan koordinator aksi, Forum Umat Islam (FUI) terkait titik aksi demo. Untuk itu, saat ini seluruh informasi terus dikumpulkan oleh polisi terkait kemungkinan bergeraknya massa aksi dari Istana ke Gedung DPR.

“Polisi akan melakukan pengawalan massa yang keluar dari Masjid Istiqlal melalui Gambir menuju Patung Kuda. Jarak dari Istiqlal menuju Istana Negara cuma 100-200 meter massa aksi diizinkan berjalan kaki,” tegas Irjen Pol Mochamad Iriawan.

“Keluar dari jalur yang telah ditetapkan seperti belok kiri ke Jalan Sudirman dan Thamrin akan kami larang karena berpotensi menganggu ketertiban umum,” jelas Kapolda Metro Jaya saat konferensi pers di Gedung DPR, Rabu, 29 Maret 2017.

Selain itu, Kepolisian juga akan melakukan pelarangan massa jika akan melakukan long march dari Istana menuju Gedung DPR-RI.

loading...