Sandiaga Uno, saya sudah mendapat dua kali brief dari tim hukum, keterlibatan saya engga ada sama sekali, jadi besok akan kami sampaikan.

JAKARTA, harianpijar.com – Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Metro Jaya Irjen Pol Mochamad Iriawan menyatakan penyidik menolak permohonan penangguhan pemeriksaan calon wakil gubernur DKI Jakarta dengan nomor urut tiga Sandiaga Uno hingga tahap pencoblosan Pilkada putaran kedua pada 19 April 2017 mendatang.

Menurut Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Mochamad Iriawan, alasan ditolaknya permohonan penundaan pemeriksaan Sandiaga Uno karena Peraturan Kapolri (Perkap) tentang penundaan sementara proses hukum kepada calon kepala daerah yang dilaporkan atau tersangkut kasus pidana tertentu telah dicabut.

“Sekarang kan Perkap Kapolri tentang pemeriksaan bagi calon kepala daerah sudah dicabut. Jadi harus sama dong. Nanti komplain yang lainnya,” kata Irjen Pol Mochamad Iriawan di Gedung DPR RI, Jakarta, Kamis 30 Maret 2017.

Lebih lanjut, ditegaskan Irjen Pol Mochamad Iriawan, alasan lain penyidik tetap memeriksa Sandiaga Uno karena lembaganya ingin mengedepankan azas kesamaan di mata hukum.

“Ya enggak mungkin lah. Equality before the law. Persamaan hak di muka hukum,” tegas Irjen Pol Mochamad Iriawan.

Selanjutnya, Irjen Pol Mochamad Iriawan menjelaskan, besok penyidik akan memintai keterangan Sandiaga Uno terkait kasus dugaan penjualan hasil sebidang tanah di Jalan Curug Raya, Tangerang Selatan, Banten. Lain itu, pemeriksaan Sandiaga Uno diagendakan pukul 13.30 WIB.

Selain itu, menurut Irjen Pol Mochamad Iriawan, pemanggilan tersebut merupakan kedua kalinya. Dalam pemanggilan pertama, Sandiaga Uno tidak hadir karena beralasan punya kegiatan lain. Lain itu, dirinya meminta agar pasangan Anies Baswedan itu bisa kooperatif memenuhi panggilan kedua.

“Kemarin (Sandiaga Uno) enggak hadir. Ya masih kami toleransi. Berikutnya, harus hadir karena kami perlu keterangannya,” kata Irjen Pol Mochamad Iriawan.

Seperti diberitakan, kasus yang menjerat Sandiaga Uno merupakan laporan Fransiska Kumalawati Susilo yang mewakili Edward Soeryadjaja dan Djoni Hidayat. Tidak hanya itu, rekan bisnis Sandiaga Uno, Andreas Tjahyadi juga turut dilaporkan.

Sementara diketahui, Fransiska merupakan mantan istri kedua Edward. Edward tidak lain putra almarhum William Soerjadjaja, seorang pengusaha Indonesia yang sukses membangun PT. Astra Internasional.

Belakangan, Fransiska kembali melaporkan Sandiaga Uno dalam kasus dugaan pemalsuan kuitansi. Kasus kedua masih berhubungan dengan kasus yang pertama tentang kasus dugaan hasil penjualan sebidang tanah di Jalan Curug, Tangerang Selatan.

loading...